Suara Relawan RSKI Pulau Galang yang Menuntut Insentif Uang Makan

Relawan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang
Relawan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang berdialog dengan DPRD Kota Batam, Senin 19 Desember 2022. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Relawan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang, Kota Batam, terus menyuarakan protes soal pencairan dana insentif yang menunggak sembilan bulan. Mereka makin risau karena akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Relawan yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSKI Galang ini menuntut insentif uang makan yang menjadi hak mereka. Mereka menilai pemerintah pusat dan daerah lamban menangani pembayaran insentif tersebut. Belum cair, mereka tambah gusar karena muncul kabar RSKI Pulau Galang akan ditutup oleh pemerintah.

Roni Hasan, perwakilan relawan RSKI Galang, menyebut rekan-rekannya sudah berupaya menghubungi Markas Besar TNI, dan BNPB soal kejelasan insentif uang makan tapi tak ada satu pun yang bisa memberikan jawaban yang terang kapan uang makan dibayar. “Mereka cuma bilang tunggu saja nanti akan dibayarkan, tapi pastinya kapan tidak pernah ada yang tahu,” kata Roni usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Batam, Senin 19 Desember 2022.

HBRL

Sementara kabar RSKI Galang rencananya akan segera tutup pada akhir Desember 2022. Dugaan itu timbul ketika relawan luar kota telah didata untuk pembelian tiket. “Kalau seperti ini hak kami bagaimana. Tiga bulan sebelumnya di awal-awal dibayar,” sambung Roni.

Roni menjelaskan ada dua sumbe pembayaran Insentif Relawan RSKI COVID-19 Galang. Pertama dari Kementerian Kesehatan dan kedua dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Karena keterlambatan selama 9 bulan, relawan pun akhirnya curiga insentif itu tidak diamanahkan sebagaimana mestinya. “Yang macet yang dari BNPB. Enggak mungkin pemerintah pusat membayar Kemenkes saja. Intinya mereka tidak memberikan jawaban pasti, htam di atas putih juga tak ada, jadi mau menuntut bagaimana,” kata dia.

Ia menyebut apa yang mereka lakukan selama penanganan pandemi menangi Covid-19 seperti tidak dihargai. Ia juga sempat mempertanyakan keberadaan mereka di RSKI setelah Covid-19 melandai. Menurut Roni, mereka seharusnya bisa meninggalkan RSKI untuk melanjutkan pekerjaan yang lain. “Kalau tak ada pasien kenapa kami di sini, kami dari pusat disuruh stand by, takut melonjak lagi kasus Covid-19,” kata dia.

Bolak-Baik Mengadu ke DPRD

Usaha Relawan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang pun sudah berulangkali diperjuangkan. Seperti mengirimkan surat ke pemerintah daerah atau pun pusat. Mereka juga sudah mengadukan masalah mereka ke anggota dewan. Namun hasilnya nihil.

Anggota Komisi IV DPRD Batam Aman, mengatakan pihaknya akan mendorong aduan para relawan tersebut ke pihak-pihak terkait.

“Kegalauan mereka RSKI akan tutup, tapi uang makan belum cair. Mereka ini padahal orang yang membantu pemerintah dalam melakukan tugas dalam menangani pandemi, harusnya kita apresiasi,” kata dia.

Pihaknya akan mencoba mencari solusi terkait masalah yang dialami oleh para relawan ini. “Kami akan konsen mendorong pihak-pihak terkait untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini,” tutupnya.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

 

Pos terkait