BATAM (gokepri.com) – Pengembangan pelabuhan Batu Ampar terus digesa baik dari segi Infrastruktur maupun suprastruktur. Targetnya bakal setara Singapura.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar menyebut, kedepannya pengelolaan di pelabuhan Batu Ampar bakal sama dengan pelabuhan yang ada di Singapura, Tanjung Priok atau Malaysia.
Menurutnya, selama ini pengelolaan di Pelabuhan Batu Ampar masih sangat konvensional sehingga perlu meningkatkan fasilitas agar pelayanan semakin prima.
Baca Juga:
- Pelabuhan Batu Ampar Terima Rapor Merah, Ini Kata Direktur BUP
- BP Batam Pasang Autogate di Pelabuhan Batuampar
“Ya fasilitasnya harus dipenuhi. Kalau ini sudah benar semua tidak ada lagi kegiatan bongkar muat kecuali dari BP Batam untuk container,” kata Dendi, belum lama ini.
Saat ini bongkar muat dilakukan oleh perusahaan. Dendi mengatakan jika sudah lengkap semua infrastuktur di pelabuhan tersebut bakal sama dengan pelabuhan bongkar muat lainnya.
Selain itu pihaknya juga akan memanfaatkan potensi yacht untuk parkir di pelabuhan, karena hal itu sangat berpotensi untuk perputaran ekonomi Batam.
Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar tersebut diprediksi akan selesai pada tahun 2024.
Rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar untuk tahap awal yang direncanakan dimulai dengan penguatan dermaga utara sepanjang 700 meter.
Kemudian pembangunan lapangan peti kemas seluas 2 hingga 10 hektare, dermaga utara lama sebagai terminal multipurpose sepanjang 408 meter, dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 LWS.
Dengan pengembangan jangka pendek itu, diharapkan pada tahun 2025 arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,8 Juta TEUS.
Kemudian juga dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3000 TEUS atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan peti kemas domestik.
Penulis : Engesti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









