Batam (GoKepri.com) – Dinas Pendidikan Kota Batam mengusulkan sembilan nama Tim Panitia Seleksi (Pansel) untuk merekrut anggota Dewan Pendidikan Batam.
Kepala Disdik Batam Hendri Arulan mengatakan pansel itu dibentuk lantaran masa kerja dewan pendidikan yang sudah selesai pada Mei lalu
“Nama-nama Tim Pansel sudah ada, kami kirim ke DPRD Batam. Jadi kami juga masih menunggu hasil evaluasi dari mereka. Kalau Tim Pansel sudah disetujui, baru kami buka pendaftaran,” jelas Hendri, Selasa 8 November 2022.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Batam Jadi Pintu Pencitraan
Hendri mengatakan untuk jumlah anggota Dewan Pendidikan yang akan direkrut masih menuggu persetujuan namun sementara sudah ada.
Berikut Nama-nama pansel dewan pendidikan:
– Muhammad Zaenudin, jabatan akademisi
– Meiliana, jabatan akademisi
– Said Maskur, jabatan akademisi
– Nur Elfi Husda, jabatan akademisi
– Syukril Ilyas, jabatan Tokoh Agama/pemerihati pendidikan
– Raja Muhamad Amin, jabatan Tokoh LAM
– Rahman Usman, jabatan pemerhati pendidikan
– Qurniadi, jabatan Dinas Pendidikan
– Rinaldi Samjaya, jabatan media.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengakui kinerja Dewan Pendidikan selama ini tidak ada yang menonjol.
Sampai saat ini belum ada laporan tertulis terkait kinerja mereka selama menjabat. Anggaran Rp500 juta per tahun yang mereka terima dalam operasionalnya juga tidak diketahui untuk apa saja penggunaannya.
“Ini yang kami minta kejelasan. Sampai sekarang kami tidak melihat apa yang sudah diperbuat Dewan Pendidikan terhadap pendidikan di Batam,” jelasnya.
Mengenai pembukaan seleksi penerimaan Dewan Pendidikan Batam periode selanjutnya, Udin mengungkapkan masih dalam tahap pembahasan.
“Sudah sembilan nama yang diusulkan. Kemarin saya lihat sudah ada nama-namanya. Ada akademisi, media, Disdik. Namun tidak melibatkan anggota DPRD Batam sebagai mitra,” jelasnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, sebagai mitra Komisi IV ingin sudah seharusnya dilibatkan dalam pilihan anggota Dewan Pendidikan Batam.
“Kami inginnya orang terpilih nanti benar- benar peduli terhadap dunia pendidikan. Karena di Batam pendidikan ini sangat banyak masalahnya. Kalau sekarang saya belum nampak kinerjanya, apalagi mereka yang kemarin menjabat itu ada yang fokus di politik,” ungkap Udin.
Untuk itu, sebagai mitra dari Dinas Pendidikan, diharapkan pemilihan anggota Dewan Pendidikan nanti bisa benar-benar fokus ke dunia pendidikan. Udin mengakui memang tidak ada aturan yang mengatur terkait jabatan politik untuk berkontribusi dalam Dewan Pendidikan.
“Namun kurang elok rasanya, kalau ada anggota Dewan Pendidikan yang berkecimpung di bidang politik. Ada kekhawatiran nanti terhadap kinerja mereka. Seperti yang periode lalu,” kata dia.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kepri Bangun Empat Sekolah Baru di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









