Batam (gokepri.com) – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam terus mengalami tren peningkatan belakangan ini. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat diminta terus waspada dalam pencegah tertularnya covid-19.
Seperti halnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA, Batam mulai memperketat sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.
Sesuai arahan Dirjen PAS, Lapas Batam pun tak sembarang lagi untuk melayani orang luar untuk masuk ke lingkungan Lapas Batam.
Kalapas Batam, Misbahuddin mengatakan, sesuai arahan Dirjend PAS bahwa harus diperketat lagi pengawasan untuk masuk ke Lapas Batam. Pasalnya, biasanya tiap Minggu selalu mendatangkan penyuluh agama seperti ustad, atau Pendeta serta Pastor dalam membina warga binaan. Tapi karena akhir-akhir ini Covid-19 mengalami tren peningkatan maka akan ditiadakan.
Meskipun tidak mendatangkan penyuluh agama, lanjutnya, kegiatan keagamaan dilingkungan Lapas Batam pun tetap digelar secara internal.
“Tetap digelar, tapi secara internal. Tapi tidak lagi mendatangkan orang luar untuk masuk ke Lapas guna mencegah dan menimalisir terjadinya penularan virus corona dilingkungan Lapas Batam,” tegasnya kembali.
Tak hanya penyuluh agama saja, pemeriksaan protokol kesehatan terus diterapkan kepada para petugas Lapas juga terus dilakukan pemeriksaan seperti diluar sudah disiapkan tempat cuci tangan, disinfektan hinga pengecekan suhu tubuh serta pemeriksaan barang titipan keluarga yang ada di dalam Lapas.
“Hal ini yang terus kita lakukan sembari menghimbau kepada pegawai dan petugas
wajib menggunakan masker dan menghindari perkumpulan yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan saja yang dilakukan secara internal, kegiatan keterampilan warga binaan terpaksa harus dilakukan secara Video Conference seperti buat kue, mebel, perkebunan dan perikanan.
“Jadi intinya, kita terus mencegah atau memutus terjadinya penyebaran covid-19 di Batam,” tegasnya. (r)








