Batam (Gokepri) – Belasan tenaga medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta serta keluarganya di Batam dilaporkan positif tertular Covid-19. Satuan tugas penanganan virus corona langsung menyetop total pelayanan di empat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) demi mengantisipasi penularan berganda.
Langkah itu diambil pemda setempat mulai Jumat (28/8/2020) setelah virus corona mulai merambah ke fasilitas kesehatan Puskesmas.
Satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Batam mencatat ada 46 kasus baru positif yang tersebar di delapan kecamatan. Beberapa di antaranya merambah tujuh fasilitas kesehatan yang terdiri dari lima puskesmas, satu rumah sakit swasta dan satu klinik swasta.
Delapan kecamatan itu yakni Kecamatan Seibeduk, Sagulung, Batuaji, Sekupang, Batam Kota, Batuampar, Bengkong dan Nongsa.
Dari data yang dihimpun dari laporan satuan tugas, ada 15 kasus baru yang dilaporkan pada Kamis (27/8/2020) yang tertular dari klaster fasilitas kesehatan. Selain tenaga medis, ada tenaga administrasi, sopir ambulans dan keluarga dari tenaga medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan empat Puskesmas yang ditutup yaitu Puskesmas Tiban Baru, Puskesmas Mentarau, Puskesmas Sei Langkai dan Puskesmas Nongsa.
Rencananya, empat Puskesmas itu akan ditutup selama 14 hari, untuk memutus mata rantai penularan virus corona.
Dalam sepekan terakhir, belasan tenaga kesehatan dan yang bertugas di Puskesmas diketahui positif COVID-19.
Pada Kamis saja, tercatat delapan orang tenaga kesehatan yaitu lima orang perawat, dua orang dokter gigi, dan seorang asisten apoteker yang dinyatakan positif terpapar virus corona, bersama dua orang supir ambulans dan sejumlah tenaga administrasi Puskesmas.
“Tenaga kesehatan mayoritas Tiban, ada juga tambahan dari Puskesmas lain,” kata Didi.
Sebelum laporan terbaru itu, enam tenaga medis di Batam lebih dulu dilaporkan positif corona pada laporan tanggal 24 Agustus 2020.
Baca Juga:
- Rekor, Sehari 46 Kasus Baru Covid-19 di Batam
- Novel Baswedan Positif COVID-19
- Dokter, Bidan, dan Perawat Covid-19, Puskesmas Tiban Baru Tutup 14 Hari
Menurut Didi, kecil kemungkinan tenaga kesehatan terpapar virus dari pasien yang ditangani, karena saat bertugas mereka mengenakan alat pelindung diri.
Didi juga menegaskan jumlah alat pelindung diri yang tersedia di Puskesmas relatif cukup.
Dalam kesempatan itu, Didi mengingatkan agar semua masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.
“Kami mengingatkan kembali protokol kesehatan. Masing-masing pegawai agar mengedukasi keluarganya,” kata dia.
Sementara itu, hingga Jumat pagi tercatat 545 warga positif COVID-19, sebanyak 357 orang di antaranya sembuh dan discarded, 31 orang meninggal, dan 157 orang sedang dirawat.
Adapun kemarin satuan tugas Covid-19 Kota Batam merilis 46 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing.
“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini adalah 46 orang warga Kota Batam yang terdiri atas 21 orang laki-laki dan 25 orang perempuan,” ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2020). (Cg)
Editor: Candra









