Karimun (gokepri.com) – Umat muslim di Indonesia termasuk Karimun merayakan Idul Adha 1443 H pada Ahad, 9 Juli 2022. Usai shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.
Setidaknya, sebanyak 370 ekor hewan sapi akan disembelih di seluruh masjid dan mushala yang ada di Karimun pada hari raya Idul Adha.
Bagaimana cara memotong hewan kurban yang baik menurut ilmu kesehatan?
Pejabat Otoritas Veteriner dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, drh Syauqi memberikan tuntutan terkait penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar.
Kata Syauqi, hewan kurban yang akan disembelih masih ditempatkan di kandang khusus atau lokalisasi dan diawasi oleh petugas kesehatan hingga hari penyembelihan hewan kurban.
Petugas kesehatan terus menerus memantau kondisi kesehatan hewan kurban.
“Hewan yang didatangkan dari daerah luar rentan sakit dan kena virus. Untuk itu, kesehatannya harus kita pantau terus,” kata drh Syauqi.
Syauqi menyebut, sebelum hewan kurban disembelih harus diistirahatkan dulu minimal 12 jam di lokasi penyembelihan.
“Minimal diistirahatkan dulu selama 12 jam sebelum disembelih,” ujar Syauqi.
Tujuannya untuk memulihkan kondisi fisik hewan kurban yang akan disembelih.
“Hewan tidak boleh dipotong dalam keadaan stres, sebab darahnya tidak sempurna keluar dan dagingnya juga cepat busuk,” sebutnya.
Setelah hewan tersebut benar-benar sudah dalam keadaan mati, baru boleh dikuliti.
“Menguliti hewan kurban harus di tempat yang benar-benar bersih,” sambungnya.
Menurut dia, jika memotong hewan di rumah pemotongan, hewannya kan digantung. Namun, karena ini hari besar keagamaan, maka boleh ditaruh di bawah tapi harus di alas dengan bersih.
“Tempat dan orang yang mengerjakan harus dalam keadaan bersih,” jelas Syauqi.
Begitu juga pada saat mencuci isi perut hewan kurban harus menggunakan air yang mengalir, sehingga kotorannya bisa langsung hanyut terbawa arus air.
Penulis: Ilfitra









