Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis menyatakan 15 sapi terkonfirmasi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Belasan sapi itu terkonfirmasi PMK usai menjalani uji laboratorium di Bukittinggi, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.
“15 sapi itu sekarang positif PMK,” kata Mardanis saat dihubungi Kamis 6 Juli 2022.
Meski begitu, ia menuturkan sapi yang terkonfirmasi positif itu bisa sembuh dengan beberapa perawatan yang intens.
Pihaknya memastikan seluruh sapi yang sudah ada di Kota Batam dalam keadaan sehat menjelang hari raya Idul Adha.
“Bisa sembuh. Gejalanya akan segera kami periksa tapi keseluruhan semuanya membaik,” kata dia.
Saat ini sapi yang terpapar PMK masih berada di kandang yang tersebar di beberapa lokasi seperti Sembulang, Temiang, Sekupang dan lainnya. Otoritas kesehatan hewan pun dikerahkan untuk memantau kesehatan sapi.
Mardanis mengatakan dikarenakan 15 sapi itu terkonfirmasi PMK tersebar di seluruh kandang yang ada di Kota Batam, pihak Dinas Ketahanan Pangan pun memperkirakan banyak hewan kurban sudah positif PMK.
“Kami prediksi semuanya sudah terpapar. Tapi kami pastikan aman untuk dikonsumsi,” kata dia.
Pihaknya juga nantinya akan mengeluarkan surat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dokter hewan untuk memastikan hewan kurban tersebut aman dikonsumsi.
“Pokoknya hewan kurban yang tidak layak akan kami kluster sampai habis Lebaran. Nanti baru kami arahkan kembali bahwa hewan yang terkena PMK bisa direkomendasikan,” kata dia.
Sementara itu anggota DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin mendorong pemerintah Provinsi segera mengatasi permasalahan ini salah satunya pengobatan untuk hewan.
“Kami minta provinsi untuk meminta pengobatan (vaksin) dari pusat karena kita ini sudah terdampak,” katanya.
Menurut dia pemerintah harus mengambil sikap mengingat kebutuhan Hewan Kurban yang saat ini masih kurang.
“Kita masih butuh 3.000 lagi,” kata dia.
Penulis: Engesti









