Ini Penjelasan Manejer PLN Karimun Terkait Pemadaman Bergilir

Manejer ULP PLN Tanjungbalai Karimun Hendrico menyampaikan kepada awak media terkait pemadaman bergilir di Karimun.

Karimun (gokepri.com) – Pemadaman listrik secara bergilir di Karimun terus berlanjut pada hari ini.

Penyebabnya, terjadi kerusakan mesin unit 2 PLTU Tanjungsebatak hingga menyebabkan minus daya sebanyak 5 megawatt (MW).

Pemadaman itu tentu saja mengganggu aktivitas masyarakat daerah setempat.

HBRL

Kendati masyarakat menerima kondisi kerusakan mesin yang dialami PLN, namun masyarakat dibuat gerah dengan jadwal pemadaman yang tidak beraturan.

“Ini bukan pemadaman bergilir lagi namanya, tapi sudah suka-suka PLN saja mengidup dan mematikan listrik,” ungkap Harry, warga Karimun.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun, Hendrico menjelaskan kondisi yang dialami PLN Karimun saat ini.

Dirinya sengaja mengundang awak media untuk menyampaikan pesoalan yang dialami PLN kepada masyarakat, Sabtu, 14 Mei 2022.

“Kapasitas daya listrik yang dimiliki PLN Karimun saat ini berkurang hingga 25 persen. Dengan kondisi itu, semua terpaksa mendapat giliran pemadaman, kami tak bisa hindari,” ujar Hendrico.

Kondisi yang terjadi, kata Rico, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, kapasitas daya hanya berkurang sekitar 15 persen, kemudian siang naik menjadi 17 persen.

Kemudian, pada pukul 15.00 WIB, bisa berkurang lagi menjadi 16 persen. Namun, saat maghrib naik lagi menjadi 25 persen.

“Dengan kondisi itu, kami agak sulit untuk mengeset jadwalnya. Jadi kami sudah buat bakunya seperti apa, itu yang menjadi acuan bagi kami,” tuturnya.

Dikatakan, dari 21 mesin yang dimiliki PLN Karimun di PLTD Bukit Carok plus mesin unit 1 di PLTU Tanjungsebatak semuanya hidup non stop 24 jam. Sebab, saat ini mesin unit 2 sudah keluar dalam masa perbaikan.

“Dengan kondisi ini, maka semua mesin hidup terus 24 jam. Tentu saja, ketika tak ada matinya, kadang mesin mengalami trouble. Kalau ketika mesin unit 2 masih hidup, maka mesin bisa hidup 10 jam dan istrirahat sebentar. Tapi sekarang kondisinya beda,” jelasnya.

Rico meminta kepada masyarakat Karimun untuk bersabar menghadapi permasalahan ini, sembari menunggu masa perbaikan mesin unit 2 PLTU Tanjungsebatak.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait