Karimun (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 telah memutus perjalanan laut antara Karimun dengan Malaysia dan Singapura.
Hampir dua tahun ini, pelabuhan internasional yang melayari rute Karimundengan Malaysia dan Singapura ditutup.
Ditutupnya jalur transportasi laut tiga negara serumpun tersebut memberi dampak buruk armada pelayaran internasional.
Setidaknya, 15 unit kapal ferry cepat yang melayari rute Karimun ke Malaysia dan Singapura hanya bisa bersandar.
“Ada 15 kapal tujuan Malaysia dan Singapura yang tidak jalan,” ujar Ketua INSA Cabang Tanjungbalai karimun, Bustami Datuk Rajo Marah, Senin, 21 Maret 2022.
Dikatakan, 15 unit kapal ferry yang tidak jalan itu diantaranya 5 unit kapal dari Karimun tujuan Kukup, 5 unit kapal tujuan Puteri Harbour, Malaysia dan 5 unit kapal ferry lagi tujuan Singapura.
“Semuanya tergabung dalam keanggotaan INSA Karimun,” terang Bustami.
Menurut dia, perusahaan pelayaran yang memiliki armada tujuan Malaysia dan Singapura tidak bisa berbuat apa-apa selama ditutupnya akses pada kedua negara tersebut.
Makanya, ketika ada Surat Edaran Kemenhub nomor 29 tahun 2022 yang menyebutkan hanya pelabuhan internasional di Batam, Bintan dan Tanjungpinang saja yang dibuka, owner kapal juga meminta agar pelabuhan internasional Karimun juga diikutsertakan.
“Pengusaha berharap agar pelabuhan internasional Karimun juga dibuka seperti halnya Batam, Bintan dan Tanjungpinang,” katanya.
Penulis: Ilfitra








