Batam (gokepricom) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam belum berencana menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), meskipun jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam terus meningkat.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan setiap sekolah yang ada. Perubahan sistem pembelajaran akan melihat perkembangan Covid-19 ke depan.
Terkait dengan adanya siswa yang terpapar Covid-19, hasil tracing bukan berasal dari sekolah. Karena berdasarkan informasi ada anggota keluarga yang sudah positif dan dikhawatirkan menyebar kepada keluarga lainnya yang merupakan pelajar.
“Perubahan sistem pembelajaran melihat perkembangan kasus yang terjadi di lingkungan sekolah,” kata Hendri, Senin 7 Februari 2022.
Hendri menjelaskan langkah preventif untuk pencegahan sudah dilakukan. Pertama meliburkan kelas yang ada siswa terkonfirmasi positif hasil tes Covid-19 selama 5 kali 24 jam. Sebagaimana mengacu dari aturan tim Satgas untuk lingkungan pendidikan.
Sejauh ini menurutnya belum ada penambahan kasus dari kalangan sekolah. Pihaknya terus memantau dan meminta kepada setiap sekolah untuk segera melaporkan jika ada anak didiknya yang terpapar Covid-19.
“Kemarin saya juga sudah melaporkan kepada Pak Wali, beliau minta agar pengawasan terus dilakukan secara ketat,” ujarnya.
Jika memang kondisi kasus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dan jumlah guru maupun siswa yang terpapar terus ada, maka tidak tertutup kemungkinan kembali ke daring. Meskipun, hingga sekarang untuk lingkungan sekolah cukup kondusif.
“Memang ada kekhawatiran terkait paparan ini. Makanya Pak Wali minta kami awasi betul keadaan beberapa hari ke depan. Kalau memang dibutuhkan PTM bisa diusulkan untuk ditangguhkan sementara. Namun kami berharap ini tidak terjadi pastinya,” kata Hendri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan untuk saat ini berdasarkan indikator, perkembangan kasus Covid-19 di Batam masih terkendali. Melalui tim kesehatan di masing-masing wilayah kerja pemantauan terus dilakukan.
“Kalau ada positif kita lakukan tes dan kelas tertentu diliburkan,” kata dia.
Selain itu, tes antigen secara random juga dilakukan, sebagai upaya survei pembelajaran tatap muka. Jika ada banyak temuan hasil yang positif, kebijakan bisa saja berubah untuk kembali daring. Batam saat ini masih level 1, kecuali ada peningkatan level menjadi level tiga mungkin bukan sekolah saja yang tutup.
Namun saat ini vaksin anak juga sudah mencapai angka 80 persen untuk dosis pertama, dan 40 persen dosis kedua. Hasil ini terus dimaksimalkan demi mencapai imun tubuh yang tinggi.
“Soal PTM atau daring ini tidak boleh asal tutup saja. Karena sudah ada indikator yang menentukan,” kata Didi.
(Penulis : Romadi)








