Batam (gokepri.com) – Merayakan tahun baru Imlek di vihara-vihara tetap menjadi pilihan warga Tionghoa di Kota Batam. Meski tak seramai sebelum pandemi, mereka tetap menyambut Tahun Macan Air dengan optimisme.
Suasana Imlek terasa di vihara-vihara, Kota Batam. Ribuan Warga Tionghoa memadati Vihara Budi Bhakti Kota Batam yang berada di Kawasan Nagoya, Selasa 1 Febuari 2022. Dibangun sejak 1970, vihara ini tercatat sebagai vihara tertua di kota ini.
Warga Tionghoa sudah berada di Vihara sejak pukul 08.00 pagi. Mereka sembayang, membakar dupa atau lilin dan berdoa bersama.

Pernak-pernik Imlek menghiasi vihara ini. Pengurus Vihara Budi Bhakti Andris mengatakan setidaknya ada 500 lampion yang tersedia di vihara ini. Lampion itu dituliskan doa-doa agar Imlek tahun ini lebih berkah.
Menurut dia, Imlek tahun ini cukup ramai namun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Sebab, banyak beberapa kegiatan yang dihilangkan seperti kembang api, barongsai dan sebagainya.
“Hari ini cukup ramai dari pagi sudah banyak yang datang tapi tidak semeriah tahun lalu. Biasanya malam sebelum Imlek ada kembang api dan paginya ada barongsai tapi sekarang tidak ada,” kata Adris.
Adris mengatakan untuk mengganti beberapa agenda yang dihapus itu pihaknya akan membagikan 800 nasi bungkus gratis kepada para jamaah yang datang.

Protokol kesehatan pun tetap ketat dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Adris berharap Imlek tahun ini bisa membawa keberkahan bagi seluruh umat.
“Prokes tetap kami jalankan. Yang tidak pakai masker akan kami berikan. Para jamaah juga menjaga jarak semua sesuai protokol kesehatan,” kata dia.
Anggota DPRD Kota Batam, Lik Khai mengatakan perayaan Imlek kali ini sama seperti dua tahun sebelumnya masyarakat harus berdampingan dengan virus COVID-19.
“Yang paling penting adalah semua harus sehat. Pandemi Covid-19 di Batam cepat berlalu,” katanya.
Penulis: Engesti









