Ada Distributor Nakal Dibalik Naiknya Harga Cabai di Batam

Kartel Cabai di Batam
Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengungkap alasan harga cabai Batam terus merangkak naik menjelang akhir 2021 dan awal tahun 2022.

Menurut Gustian, kenaikan harga cabai belakangan ini disebabkan kurangnya pasokan dan tingginya harga dari distributor.

Kata dia, selama ini, pihak Pemko Batam selalu mengumpulkan distributor guna menekan tingginya harga kebutuhan pokok terutama cabai.

HBRL

“Harga cabai di kota Batam saat ini memang agak tinggi. Akhirnya kami memanggil semua distributor cabai dari hasil panggilan itu memang harganya tinggi dari daerah asalnya termasuk di Jawa dan luar pulau Jawa,” kata Gustian usai meninjau prokes di mall Batam Center, Jumat 7 Januari 2022.

Namun, pihaknya mengaku ada oknum distributor (mitra pemerintah) lain yang menaik turunkan harga sesukanya. Sehingga, harga cabai di Kota Batam melambung jauh.

“Distributor cabai yang ada sekarang, mereka ini tidak bisa dikendalikan mereka memainkan harga naik turun sesukanya. Sementara di sektor yang lain bisa kita stel kalau ada naik. Tapi, distributor ini tidak bisa dengan berbagai alasan,” katanya.

Gustian menuturkan, untuk mengantisipasi oknum distributor yang bermain pihaknya akan mencari dan menambah distributor baru serta bekerja sama dengan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara untuk menekan harga cabai.

“Distributor cabai kita tambah. Kebutuhan Cabai dan telur kita ambil dari Simalungun dengan harga yang murah. Jadi nanti pengusaha Batam difasilitasi dengan bupati Simalungun,” katanya.

Kepada Disperindag itu menjamin, Awal Februari 2022 harga cabai akan kembali
stabil.

“Insyaallah Februari 2022 harga cabai dan telur bisa normal saya garansi itu,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan harga cabai yang masih tinggi. Berdasarkan pantauan harga cabai di salah satu pasar di Batu Aji mengalami kenaikan. Terutama, cabai setan.

Harga cabai setan mencapai Rp 110 ribu per kilogram (kg), sedangkan cabai merah keriting mengalami kenaikan hingga Rp 53 ribu, sebelumnya harga Rp 32 ribu per kilogram. Kemudian cabai rawit hijau naik sebesar Rp 40 ribu, sebelumnya harga cabai rawit hijau Rp 35 ribu.

Yani (29) warga Batu Aji menyebut, kenaikan harga cabai sangat memberatkanya. Dirinya terpaksa mengurangi jumlah kebutuhan mengkonsumsi cabai.

“Cabai mahal betul. jadi ini belinya campur sama cabai-cabai yang hampir busuk biar banyak,” katanya.

(penulis: engesti)

Pos terkait