Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri saat ini sedang gencar melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Salah satunya dengan melakukan berbagai sosialisasi dan memaksimalkan vaksinasi.
Saat ini Pemprov Kepri sedang gencar melakukan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di seluruh Kepri.
Hal ini juga bagian upaya untuk melindungi masyarakat Kepri dari bahaya pandemi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berharap kebijakan pusat yang menunjuk Kepri sebagai salah satu jalur pemulangan PMI ini tidak berdampak terhadap semangat masyarakat Kepri yang ingin selalu sehat.
Kemudian bisa mengembalikan semangat pemulihan ekonomi guna bangkit dari keterpurukan.
“Kita yakin Pemerintah Pusat juga melihat apa yang sedang kita lakukan dan tujuan dari setiap kebijakan yang kita buat. Sebagai perwakilan pusat, Pemprov Kepri hanya meneruskan apa yang menjadi program pemerintah pusat,” ujar Ansar Ahmad.
Tidak puas sampai di situ, Ansar juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Kepri M Bisri melakukan koordinasi kepada pihak BNPB terkait peryataan pers yang surah terlanjur beredar di YouTube.
Kadiskes Kepri M Bisri berhasil menemui juru bicara sekaligus pakar Covid-19 BNPB, Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito.
Dalam pertemuan singkat ini, diakui oleh jubir BNPB jika penambahan kasus di Kepri memang dari para pekerja migran (PMI) yang masuk melalui Batam, dan bukan masyarakat asli Kepri.
Bahkan pihak BNPB juga sudah mengetahui jika penularan baru pada masyarakat Kepri sangat minim sekali, bahkan hampir tidak ada kasus.
“Pada intinya pihak BNPB mengakui jika mereka salah membaca data. Mereka tahu kita sudah baik dari segi vaksinasi dan sebagainya. Dan kita hampir tidak ada kasus sama sekali. Kecuali kasus dari para PMI yang pulang lewat Batam,” ujarnya.
BNPB menyebutkan rendahnya penambahan kasus positiv di Kepri adalah karena capaian vaksinasi yang sudah sangat tinggi di daerah tersebut.(*)









