Bank Indonesia Bantu Petani di Tanjungpinang lewat Sarana Produksi dan Pemasaran

Bank Indonesia Tanjungpinang
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Mualam Noor, Kepala Tim Implementasi KEKDA, menyerahkan bantuan PSBI berupa sarana pendukung produksi dan pemasaran pertanian kepada Koperasi Pangan Sejahtera Bersama. Penyerahan bantuan berlangsung pada Sabtu 11 Desember 2021. Foto: Dokumentasi Bank Indonesia Kepri

Tanjungpinang (gokepri.com) – Bank Indonesia wilayah Kepri melalui program sosial BI mengalokasikan bantuan untuk mendukung sektor pertanian di Tanjungpinang. Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) adalah program bantuan bank sentral untuk mengendalikan inflasi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Mualam Noor, Kepala Tim Implementasi KEKDA, menyerahkan bantuan PSBI berupa sarana pendukung produksi dan pemasaran pertanian kepada Koperasi Pangan Sejahtera Bersama. Penyerahan bantuan berlangsung pada Sabtu 11 Desember 2021.

Koperasi ini menaungi kelompok petani tanaman pangan sekaligus sebagai pengelola Gerai Pangan Kota Tanjungpinang. Sarana yang diberikan berupa 4 unit kendaraan roda 3 dan 2 unit alat pembajak lahan.

HBRL

Acara penyerahan bantuan PSBI tsb dirangkai dengan kegiatan bazar yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka hari jadi Gerai Pangan yang ke-2 pada 11-12 Desember 2021. Acara dibuka oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma.

Dalam sambutannya Rahma menyebutkan bahwa pemerintah kota terus melakukan sinergi dengan berbagai lembaga negara maupun swasta untuk bersama membantu petani dan nelayan di Tanjungpinang.

Salah satunya dengan Bank Indonesia untuk memberi dukungan bagi Gerai Pangan.

“Adanya Gerai Pangan menjadi wadah bagi para petani untuk langsung menjual produknya dengan harga yang kompetitif,” tutur dia.

Pemberian sarana pendukung ini merupakan salah satu Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang ditujukan untuk mendukung pengendalian inflasi. Alat pembajak yang diberikan diharapkan dapat membantu petani untuk memproduksi tanaman pangan.

Hal ini mengingat ketersediaan bahan pangan yang masih sering terkendala sehingga harganya meningkat dan menyumbang inflasi di daerah.

Inflasi yang terkendali rendah akan menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan ekosistem berusaha dan berinvestasi yang baik bagi para pelaku usaha.

Berdasarkan data BPS, pada bulan November 2021, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 1,43% dibandingkan bulan November tahun lalu atau secara year on year. Dari 11 kelompok komoditas yang dihitung inflasinya, kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 3,33% year on year.

Hal ini mendorong Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tanjungpinang dan lembaga terkait lainnya yang termasuk dalam Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk selalu melakukan upaya dalam menjaga inflasi bahan pangan.

Upaya pengendalian dilakukan dengan memperhatikan 4K yaitu Ketersediaan barang, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif. Adapun pemberian sarana angkut roda tiga diharapkan dapat memperlancar distribusi produk pertanian dan membantu pemasaran di Gerai Pangan.

Sinergi antara instansi dan lembaga yang tergabung dalam TPID inflasi di Kota Tanjungpinang diharapkan dapat menjaga inflasi Kota Tanjungpinang dalam level yang rendah dan terkendali dalam sasaran inflasi nasional yaitu antara 2% s.d 4% secara tahunan.

Bank Indonesia Tanjungpinang

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga bersinergi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) LinkAja untuk menerapkan metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam transaksi di Gerai Pangan.

Para pedagang didaftarkan sebagai merchant LinkAja dan diberikan pelatihan cara penggunaan khususnya bagaimana menerima pembayaran dengan QRIS.

Kini pembeli dapat menggunakan metode pembayaran QRIS melalui smartphone dengan men-scan/memindai gambar kode yang terpampang di meja pedagang. Hal ini mendukung kampanye metode pembayaran yang Sehat, Inovatif, Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) dan sejalan dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ke depan, pembayaran dengan metode QRIS diharapkan dapat menjadi gaya hidup dalam transaksi sehari-hari di setiap daerah. Sehingga transaksi lebih mudah, cepat dan mendukung pengembangan ekonomi digital termasuk Kota Tanjungpinang. (Penulis: Candra Gunawan/Ant)

Pos terkait