Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana menutup pintu masuk bagi para pendatang dari luar negeri selama satu bulan menjelang akhir tahun 2021. Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.
“Usulan penutupan pintu masuk sementara ini akan dilaporkan dulu kepada Pak Wali. Nanti Pak Wali yang akan mengambil kebijakan, sebelum dilaporkan ke pemerintah pusat,” ujar Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid saat ditemui di Pemko Batam, Selasa 30 November 2021.
Menurutnya, jika usulan tersebut berjalan, maka hal ini akan berdampak bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari Malaysia dan Singapura yang berencana kembali ke Indonesia. Sebab, aturan tersebut berpotensi membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Batam kewalahan.
Terutama penyediaan lokasi karantina bagi para PMI, sebelum diperbolehkan meninggalkan Batam, yang ditunjuk sebagai pintu masuk di Indonesia.
Dalam SE terbaru ini, Jefridin menerangkan ada penambahan waktu karantina dari sebelumnya hanya 3 hari, kini bertambah menjadi 7 hari.
“Sebagai pintu masuk bagi para PMI, kita memprediksi akan kesulitan menyediakan lokasi karantina mereka. Saat ini lokasi karantina bagi para PMI, hanya memanfaatkan Rusun milik BP Batam dan Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang,” terangnya.
Walau memiliki kapasitas yang bisa menampung hingga ribuan orang, namun lamanya waktu karantina dengan arus masuknya PMI diakuinya akan menimbulkan masalah.
“Per hari arus masuk PMI ke Indonesia melalui Batam bisa 150 sampai 200 orang. Kalau berkelanjutan, maka Rusun yang jadi lokasi karantina akan semakin penuh. Kemudian bagi mereka yang datang setelah Rusun penuh akan kita karantina dimana?” katanya.
Selain itu, usulan menutup pintu masuk sementara ini, juga sebagai salah satu upaya Batam dalam mencegah penyebaran varian baru Covid-19, yakni varian Omicron.
“Tapi, apabila usulan dari kami tidak disetujui pusat, kita juga akan memberikan beberapa persyaratan. Untuk itu, nanti akan disampaikan langsung oleh Pak Wali,” tutupnya. (engesti)
Baca juga: Pembukaan Pintu Masuk Singapura, Gubernur Kepri Konsultasi dengan Luhut dan Airlangga









