Penerima Habibie Prize Dapat Penghargaan Uang 25 Ribu Dolar AS

Penerima Habibie Prize bidang Ilmu Dasar yaitu Muhammad Hanafi, Bidang Kedokteran Nicolaas C Budhiparama, Bidang Ilmu Rekayasa Subagyo, dan Bidang Ilmu Kebudayaan yakni Nyoman Nuarta.
Penerima Habibie Prize bidang Ilmu Dasar yaitu Muhammad Hanafi, Bidang Kedokteran Nicolaas C Budhiparama, Bidang Ilmu Rekayasa Subagyo, dan Bidang Ilmu Kebudayaan yakni Nyoman Nuarta.

Jakarta (gokepri.com) – Penerima Habibie Prize akan mendapatkan penghargaan berupa medali, sertifikat, uang senilai 25 ribu dolar Amerika. Para penerima penghargaan itu adalah bidang Ilmu Dasar yaitu Muhammad Hanafi, Bidang Kedokteran Nicolaas C Budhiparama, Bidang Ilmu Rekayasa Subagyo, dan Bidang Ilmu Kebudayaan yakni Nyoman Nuarta.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyampaikan, penghargaan ini merupakan momentum dan dorongan untuk kita semua berupaya menghasilkan lebih banyak lagi prestasi-prestasi lainnya.

“Semoga Habibe Prize menjadi motivasi dan inspirasi bagi para peneliti, ilmuwan dan masyarakat untuk terus berkarya, dan berkontribusi berbagai bidang, khususnya bidang iptek, dan mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Bagi penerima Habibie Prize diharapkan akan tetap terus produktif dan meningkatkan kontribusinya di bidang masing-masing, serta melakukan yang terbaik untuk bangsa ini,” ujarnya pada acara Penganugerahan Habibie Prize 2021 di Jakarta, Rabu 17 November 2021.

HBRL

Laksana menjelaskan, pelaksanaan Habibie Prize 2021 merupakan salah satu upaya melanjutkan harapan dan cita-cita Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia unggul dan berdaya saing yang sejalan dengan misi Presiden RI Joko Widodo dalam hal pengembangan SDM.

“Pembangunan SDM yang unggul akan sangat mendukung kemajuan Indonesia. Dengan SDM yang unggul menjadi salah satu kunci utama meningkatkan daya saing di percaturan global,” katanya.

Disebutkan, kemajuan suatu bangsa tidak cukup hanya tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan pembangunan infrastruktur yang masif. Tetapi harus didukung dengan peningkatan kualitas SDM yang mampu berinovasi untuk membangun bangsa.

Nama Habibie digunakan untuk mengenang jasa Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie dan sekaligus pencetus Anugerah Habibie Award. Prof Bacharuddin Yusuf Habibie merupakan Presiden RI yang ke-3, serta Menteri Ristek pada 1978-1998, dan dikenal luas sebagai tokoh intelektual internasional dalam bidang teknologi, atas dedikasi pemikiran dan komitmen beliau dalam upaya memajukan iptek di Indonesia.

Habibie menunjukkan kepada bangsa Indonesia, akan kemampuan Indonesia untuk berinovasi dan memanfaatkan iptek untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa.

“Indonesia maju dan berdaulat dapat dicapai, jika kita mempersiapkan secara sungguh-sungguh dan bersinergi dalam pembangunan SDM akan dapat bergerak cepat memenangkan persaingan global,” paparnya.

Habibie Prize diselenggarakan oleh BRIN bekerja sama dengan Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM Iptek) setiap tahun, sebagai agenda nasional. Berdasarkan piagam serah terima Habibie Award dari Yayasan SDM Iptek kepada BRIN yang telah ditandatangani pada 6 November 2020 disepakati menyelenggarakan pemberian Habibie Award secara bersama-sama menjadi Habibie Prize.

“Dalam penganugarahan Habibie Prize 2021 ini, terdapat lima kategori bidang iptek dan inovasi, yaitu Ilmu Dasar, Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Ilmu Perekayasa, Ilmu Ekonomi, Sosial politik, dan Hukum, serta Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan,” kata Kepala BRIN.

Tahun ini terdapat total 90 kandidat dari lima bidang ilmu tersebut, yang kemudian diseleksi dan dinilai oleh dewan juri. Kemudian ditetapkan dalam suatu rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Panitia, dan Dewan Yuri Habibie Prize 2021.

“Saya mengucapkan selamat kepada para penerima Habibie Prize 2021, semoga karya-karya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terus dihasilkan di masa mendatang. Semoga penerima Habibie Prize sebagai putra putri terbaik bangsa dalam bidang iptek, dapat menjadi inspirasi dan pemimpin bangsa Indonesia dalam kemajuan iptek di tengah perkembangan global,” harapnya. (wan)

Baca juga: RISET DAN INOVASI: 90 Persen Perguruan Tinggi, 10 Persen Lembaga Penelitian

Pos terkait