Kinerja Ekspor Kepri Melesat, Mesin dan Listrik Penopang Perdagangan

Kinerja Ekspor Kepri
Grafis: gokepri/Candra Gunawan

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kinerja ekspor Kepri melesat setelah pada Januari-Oktober 2021 tumbuh 32,65 persen secara tahunan. Mesin/peralatan listrik (HS 85) menjadi produk ekspor paling banyak dengan kontribusi 36,16 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas.

BPS mencatat kegiatan ekspor di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode Januari-Oktober 2021 sebesar USD12,8 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD9,7 miliar.

“Naiknya nilai ekspor Januari-Oktober 2021 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 57,89 persen dan sektor nonmigas sebesar 26,81 persen,” kata Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo melalui siaran pers secara virtual, Senin 15 November 2021.

HBRL

Namun jika melihat kinerja ekspor bulan ke bulan, kata Agus, kondisi ekspor Kepri pada bulan Oktober 2021 dibanding September 2021 turun sebesar 4,97 persen yaitu dari USD1,37 miliar menjadi USD1,30 miliar.

Penurunan nilai ekspor Oktober 2021 disebabkan oleh turunnya ekspor sektor migas sebesar 28,30 persen, sedangkan untuk sektor nonmigas meningkat sebesar 4,42 persen.

Lebih lanjut Agus menyampaikan selama Januari-Oktober 2021 komoditas ekspor nonmigas Kepri dengan nilai ekspor terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85), yaitu sebesar USD3,6 miliar dengan peran sebesar 36,16 persen.

Golongan barang berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas ialah mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD1,029 miliar (10,30 persen), bahan bakar mineral (non migas) sebesar USD1,01 miliar (10,13 persen), minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) sebesar USD955 juta (9,56 persen) benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar USD620 juta (6,21 persen).

Kemudian berbagai produk kimia (HS 38) sebesar USD526 juta (5,27 persen), plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar USD218 juta (2,18 persen), kokoa/coklat (HS 18) sebesar USD216 juta (2,17 persen), kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar USD209 juta (2,09 persen) dan perangkat optik (HS 90) sebesar USD207 juta (2,08 persen).

Selama Januari-Oktober 2021, lanjutnya, Singapura masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai USD3,132 miliar dengan peranannya sekitar 31,34 persen.

“Di samping itu juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai USD2,265 miliar dengan peranannya sebesar 78,55 persen,” ungkapnya.

Agus memaparkan nilai ekspor Kepri Januari-Oktober 2021 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar USD5,207 miliar, diikuti Pelabuhan Sekupang USD1,803 miliar, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun USD1,636 miliar, Pelabuhan Kabil/Panau USD1,358 miliar dan Pelabuhan Tarempa USD1,331 miliar.

“Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Oktober 2021 mencapai 88,02 persen,” kata Agus. (Penulis: Candra Gunawan)

Baca Juga:

Pos terkait