Batam (gokepri.com) – Harga minyak goreng di Batam, Kepulauan Riau, mulai mengalami peningkatan sejak beberapa hari belakangan.
Tidak hanya minyak goreng kemasan, kenaikan harga jual ini juga terjadi pada minyak goreng curah.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu pedagang di pasar Jodoh, Hasan (24). Ia mengatakan harga minyak goreng kemasan 2 liter biasanya dijual Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, namun saat ini dijual Rp26-30 ribu.
|Baca Juga: Disperindag Kepri Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng
”Selisihnya lumayan juga, bisa sampai Rp7 ribu. Sehari itu bisa pakai 5 liter. Lumayan juga buat pedagang kecil seperti saya,” katanya, Senin (25/10).
Hasan sendiri saat ini, mengaku bingung dengan kenaikan harga minyak goreng saat ini.
“Tidak tahu juga kenapa bisa naik dari sana (distributor) segitu,” lanjutnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Sinta, warga perumahan Mega Lagenda, yang mengaku dikejutkan kenaikan harga minyak goreng.
Ia menyebut biasa membeli minyak goreng kemasan dengan harga Rp11 ribu per liter, kini ia harus membayar Rp15 ribu per liternya.
“Naiknya sampai 30 persen, sementara saya masak di rumah setiap hari loh,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kenaikan harga minyak goreng ini juga menjadi salah satu poin penting dalam rapat TPID yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Adapun kenaikan ini diindikasi akibat kenaikan harga minyak crude palm oil (CPO) yang terus mengalami peningkatan, sehingga berdampak pada harga minyak dalam negeri. Pihaknya akan berupaya agar harga minyak kembali stabil.
“Saya dalami sama Pak Gustian, rupanya karena bahannya sedang naik sekarang,” ujarnya saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (25/10/2021).
Selain itu, salah satu faktor lain yang mempengaruhi harga adalah proses karantina di Pelabuhan untuk barang masuk yang terkait dengan stok sembako.
Amsakar menegaskan, untuk saat ini pihaknya memiliki pilihan yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus rajin mengontrol harga pasar.
“Saya melihat berbagai rekomendasi ini sudah dilaksanakan di OPD teknis. Dan mereka juga harus membuat terobosan harga harus baik,” katanya. (Engesti)
|Baca Juga: Momentum Naiknya Harga Minyak dan Lakukan Efisiensi, Hulu Migas Setor Rp136,8 Triliun Penerimaan Negara








