Batam (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat, terutama ekonomi. Sinergi dan inovasi menjadi kunci dalam momentum pemulihan ekonomi dan meningkatkan lagi daya saing daerah. Demikian di antara gagasan yang terangkum dalam webinar bertema ‘Spirit 76 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya KAHMI Berperan Nyata untuk Majukan Batam’ pada Sabtu (21/8/2021) pukul 19.30 WIB.
Webinar tersebut diselenggarakan Pimpinan Kolektif Majelis Daerah (PKMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam menjelang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) VI. Selaku narasumber hadir Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga anggota DPR Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Kepri Surya Makmur Nasution, Koordinator PKMD KAHMI Batam Akhirman, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam Riama Manurung.
Surya Makmur dalam paparannya mengungkapkan masih minimnya keseriusan daerah dalam menggarap potensi maritim guna meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Padahal, Batam berada di jalur strategis lalu lintas pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu urat nadi utama perekonomian dunia.
“Ada sekitar 200 kapal per hari yang melintasi Selat Malaka. Selama ini baru Singapura dan Malaysia yang menikmati besarnya potensi ekonomi dari perairan Selat Malaka tersebut,” kata mantan anggota DPRD Provinsi Kepri ini.
Menurut Surya Makmur, masih banyak potensi di sektor pelabuhan, logistik, transhipment, hingga angkutan laut di Kota Batam maupun Provinsi Kepri yang bisa digali. Apalagi, Batam memiliki banyak keistimewaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Terbaru, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (PP Nomor 67 Tahun 2021) dan KEK Nongsa Digital Park (PP Nomor 68 Tahun 2021).
“Insentif ini harus menjadikan Batam berbeda dan lebih maju dari daerah lain,” katanya.
Akhirman menambahkan bahwa belum fokusnya daerah dalam menggarap potensi di sektor maritim sudah disuarakan sejak lama. Namun, belum ada upaya konkrit yang dilakukan daerah untuk mewujudkan potensi tersebut. Karena itu, ia mendorong warga dan alumni HMI lebih berperan dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan mempercepat pembangunan.
“Peran serta alumni KAHMI sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dewan Narasumber KAHMI Daerah
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Viva Yoga Mauladi, mengatakan bahwa KAHMI memiliki tanggung jawab dalam merealisasikan misi HMI dalam yaitu mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Untuk merealisasikan misi tersebut, Viva meminta KAHMI untuk memperhatikan proses perkaderan di HMI.
“KAHMI harus membantu adik-adik HMI, terutama di bidang pengkaderan,” katanya.
Di tingkat nasional, jelas Viva, KAHMI sudah membentuk Dewan Narasumber untuk membina perkaderan HMI hingga ke daerah-daerah. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan dalam perkaderan yang seharusnya dilakukan di HMI.
Guna mendukung tercapainya target perkaderan tersebut, Viva mendorong KAHMI di daerah juga membentuk Dewan Narasumber, baik di tingkat wilayah atau provinsi maupun di daerah kabupaten/kota. Sehingga bisa mefasilitasi dan memberi daya dukung penyediaan narasumber bagi perkaderan HMI.
“Perkaderan merupakan roh dari HMI. Saya berharap KAHMI di daerah juga bisa membentuk Dewan Narasumber untuk keberlangsungan perkaderan di HMI,” katanya. (wan)








