KARIMUN (gokepri.com) – Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di SD Negeri 001 Karimun, Selasa 3 November 2026.
Festival yang ditaja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun ini merupakan upaya melestarikan sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap penggunaan Bahasa Melayu di Kabupaten Karimun.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, Ketua PGRI Kabupaten Karimun, Pujo Suryono dan para pengawas pendidikan.
Wabup Rocky memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa FTBI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap penggunaan Bahasa Melayu, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur karakter seperti kemandirian, daya saing, rasa nasionalisme, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Wabup juga menyoroti capaian membanggakan Kabupaten Karimun pada FTBI tahun 2025 silam.
“Alhamdulillah, tahun lalu dua peserta kita berhasil melaju hingga ke tingkat nasional, yaitu cabang Dendang Syair Melayu dan cabang Pidato Berbahasa Melayu. Semoga tahun ini kita kembali mencetak prestasi serupa,” katanya.
Rocky juga menyinggung kendala yang masih dihadapi, yakni adanya satu kecamatan yang belum mengirimkan peserta pada tahun ini dikarenakan keterbatasan biaya, sementara 13 kecamatan lainnya telah berpartisipasi dengan baik.
“Ke-13 kecamatan yang sudah berpartisipasi dengan baik, ini harus kita pertahankan. Jangan sampai tahun depan ikut berhenti karena alasan tidak ada anggaran. Sebaliknya, kecamatan yang belum mengirimkan peserta tahun ini, wajib mengirimkan peserta pada tahun berikutnya dengan cara apa pun yang dapat dilakukan,” tegasnya.
Dia menegaskan pentingnya pemerataan kesempatan bagi seluruh anak berbakat di Kabupaten Karimun.
“Melalui kegiatan inilah kita dapat mengukur potensi dan bakat anak-anak kita. Jika bukan kita yang memfasilitasi, bagaimana kita akan mengetahui siapa anak-anak berprestasi di daerah kita? Insyaallah, seluruh kendala terkait anggaran ini akan saya sampaikan dan bahas bersama Bupati Karimun agar solusi terbaik dapat ditemukan,” janjinya.
Kepada para peserta, Wabup menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Teruslah bangga dan lestarikan bahasa ibu serta bahasa daerah kita. Jangan sampai kekayaan budaya dan kedaerahan kita hilang ditelan arus modernisasi. Semoga ke depan kita dapat menyelenggarakan festival bahasa yang lebih besar lagi, agar semangat melestarikan budaya semakin kuat di Kabupaten Karimun,” pesannya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana, Misgianto menjelaskan kegiatan ini berjenjang dari tingkat kecamatan atau korwil ke tingkat kabupaten.
Pemenang pertama tingkat kabupaten akan maju ke tingkat provinsi, dan yang terbaik di tingkat provinsi akan mewakili ke tingkat nasional.
“Seleksi tingkat Provinsi Kepulauan Riau dijadwalkan berlangsung secara daring pada akhir November 2026,” katanya.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 ini, ada lima cabang lomba yang diperlombakan, yaitu:
1. Membaca Aksara Arab Melayu, 20 peserta.
2. Menulis Cerpen Berbahasa Melayu, 18 peserta.
3. Dendang Syair Melayu, 21 peserta.
4. Pidato Berbahasa Melayu, 21 peserta.
5. Dongeng Berbahasa Melayu, 21 peserta.
“Total ada 101 peserta yang merupakan juara I dan II hasil seleksi tingkat kecamatan/korwil se-Kabupaten Karimun,” jelas Misgianto. (*)







