Tamu Apartemen Formosa Nagoya Keluhkan Keselamatan saat Blackout

Apartemen formosa nagoya batam
Apartemen Formosa Residence Nagoya Batam (kiri). Foto: gokepri/Candra Gunawan

BATAM (gokepri) — Blackout listrik yang melanda Batam pada Senin, 12 Oktober 2026, memunculkan persoalan keselamatan di Apartemen Formosa Residence Nagoya. Ahmad Cahyadi, salah seorang tamu apartemen, mengaku kesulitan mengevakuasi keluarganya karena lift tidak berfungsi dan tangga darurat gelap.

Menurut Ahmad, gangguan listrik membuat keluarganya harus turun dari lantai 19 melalui tangga darurat. Ia menggendong seorang bayi sambil menuntun tiga anak kecil, sementara istrinya sedang sakit dan mengalami sesak napas.

Ahmad mengeluhkan tidak adanya penerangan darurat di tangga yang mereka lalui. Ia juga menyatakan tidak melihat petugas yang membantu keluarganya ketika mereka berusaha mencapai lobi dan area parkir.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Ganggu Dunia Usaha, APINDO Minta Pemulihan Tuntas

“Saya hanya ingin mediasi, menyampaikan komplain, dan mendapat penjelasan dari pengelola,” kata Ahmad mengenai tuntutannya setelah kejadian tersebut, Selasa 13 Oktober 2026.

Ahmad mengungkap genset gedung sempat mati berulang kali hingga lima kali. Ia juga mengeluhkan tidak adanya peringatan dini maupun bantuan evakuasi yang memadai saat listrik padam.

Menurut Ahmad, kondisi tangga darurat yang gelap menyulitkan keluarganya menuruni gedung bertingkat tersebut. Pengalaman itu memunculkan pertanyaan tentang fungsi penerangan darurat, keandalan pasokan listrik cadangan, dan kesiapan petugas menghadapi keadaan darurat.

Ahmad juga mengaku tidak mendapat bantuan awal ketika istrinya mengalami sesak napas. Ia menyatakan petugas keamanan yang berada di lokasi tidak berinisiatif menyediakan kursi, air minum, atau bantuan lain untuk istrinya.

Persoalan berlanjut ketika Ahmad mendatangi meja layanan pelanggan untuk menyampaikan keluhan. Ia mengaku seorang petugas keamanan membentaknya dengan nada tinggi saat meminta penjelasan.

Ahmad juga menceritakan perselisihannya dengan seseorang berinisial ASG yang, menurut pengakuannya, menyatakan diri sebagai bagian dari manajemen apartemen. Ia menuding orang tersebut marah dan menunjuk wajahnya setelah mengetahui adanya rekaman video terkait kejadian itu.

Ads bp batam 2026 baru

“Tidak ada kata maaf; dia justru mengatakan, ‘Silakan viralkan!’” ujar Ahmad.

Keluhan tersebut menyangkut fasilitas dan prosedur yang berperan penting dalam keselamatan penghuni maupun tamu gedung bertingkat.

Salah satu aspek yang perlu diperiksa ialah pemenuhan persyaratan keselamatan bangunan, termasuk fungsi tangga darurat dan penerangan saat pasokan listrik utama terputus. Pemeriksaan juga perlu mencakup sistem listrik cadangan serta kesiapan petugas membantu penghuni yang membutuhkan pertolongan.

Ahmad menyatakan istrinya masih sakit dan mengalami dampak fisik serta psikologis setelah kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, manajemen Apartemen Formosa Residence Nagoya belum memberikan penjelasan.

Batam Blackout

Diberitakan, emulihan pasokan listrik Batam–Bintan mencapai 99 persen pada Selasa (13/10) pukul 04.00 WIB, sehari setelah blackout meluas sejak pukul 06.30 WIB.

Data terbaru PLN Batam mencatat 406.083 pelanggan telah kembali mendapat listrik dari total 411.219 pelanggan terdampak. Dari sisi beban, pasokan sebesar 496,7 megawatt (MW) telah pulih dari total 501,8 MW yang terdampak.

Blackout tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga kegiatan industri dan layanan publik. Sejumlah pekerja pabrik dilaporkan dipulangkan, sementara lampu lalu lintas di beberapa persimpangan dan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah turut mengalami gangguan.

Pasokan air bersih juga terdampak karena instalasi pengolahan air membutuhkan listrik untuk menjalankan pompa dan mendistribusikan air. BP Batam sebelumnya menyatakan genset di sejumlah instalasi pengolahan air hanya mampu menopang sekitar 30 persen produktivitas sehingga pelanggan diminta menghemat penggunaan air.

Warga Batam pun ramai-ramai mengungsi dengan memesan hotel. Alhasil, kebanyakan hotel di Batam full-booked atau kamarnya penuh sepanjang Senin 12 Oktober 2026. Bahkan harga kamar hotel melonjak tajam hingga lebih Rp10 juta. Tak cuma hotel, kafe, restoran hingga mal dipenuhi warga sepanjang hari. Mereka mencari sinyal seluler, wifi sambil mengisi daya gadget agar tetap bisa bekerja.

Baca Juga: Keliru, Isu Pemadaman Listrik Tiga Hari di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait