BATAM (gokepri.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam meminta PT PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan menyusul pemadaman listrik berkepanjangan yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Ketua APINDO Batam Rafky Rasyid mengatakan, pemadaman tersebut menimbulkan dampak luas, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasional. Meski demikian, pihaknya belum dapat memperkirakan total kerugian yang dialami dunia usaha akibat kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama dan berdampak luas. Namun, saat ini kami belum bisa memperkirakan besarnya kerugian yang dialami pelaku usaha,” kata Rafky, Selasa.
Ia menjelaskan, dampak pemadaman tidak dirasakan secara merata oleh seluruh sektor usaha. Sejumlah perusahaan manufaktur yang berada di kawasan industri dengan pembangkit listrik sendiri masih dapat beroperasi normal karena pasokan listrik di kawasan tersebut tidak mengalami gangguan.
Rafky menegaskan, APINDO tidak ingin menyalahkan PLN Batam maupun pihak lain atas gangguan tersebut. Pihaknya meyakini pemadaman itu bukan terjadi secara sengaja.
Sebaliknya, APINDO mengapresiasi upaya petugas PLN Batam yang bekerja memulihkan pasokan listrik hingga sebagian besar wilayah kembali teraliri listrik dalam waktu sekitar 12 jam, meskipun pemulihan belum sepenuhnya tuntas.
“Kami mendukung setiap upaya yang dilakukan PLN Batam untuk memulihkan gangguan listrik. Kami juga meminta agar pasokan listrik segera kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Selain pemulihan pasokan, APINDO Batam mengapresiasi rencana pemberian kompensasi sebesar 10 hingga 25 persen kepada pelanggan terdampak. Rafky meminta PLN memastikan pemberian kompensasi dilakukan secara adil agar seluruh pelanggan yang memenuhi ketentuan dapat menerima haknya.
Menurut dia, evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan penting dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan energi di Batam. Sebagai kawasan industri dan tujuan investasi, stabilitas listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan usaha dan menjaga kepercayaan investor.
“Gangguan seperti ini dapat menggerus kepercayaan investor terhadap Batam sebagai daerah tujuan investasi. Karena itu, perlu evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Di sisi lain, Rafky menyayangkan beredarnya informasi bohong atau hoaks yang menyertai peristiwa pemadaman listrik tersebut. Informasi yang belum terverifikasi, menurut dia, berpotensi menambah keresahan masyarakat dan kalangan investor.
APINDO Batam mengimbau para pelaku usaha dan investor tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas Batam dengan mengedepankan koordinasi dan tidak saling menuding maupun menyalahkan dalam menghadapi persoalan.
Menurut Rafky, sinergi antara pemerintah, penyedia energi, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar iklim investasi Batam tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat terus ditingkatkan. *
Penlis: Engesti






