PTKP Akan Disesuaikan pada 2027, Besarannya Masih Dikaji

Cara buat faktur pajak terbaru
Arsip foto - Masyarakat kunjungi kantor DJP Banten, di Serang, Banten, Selasa (14/1/2024). (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Kenaikan PTKP berpotensi menjaga daya beli. Pemerintah masih menghitung dampaknya terhadap penerimaan pajak.

JAKARTA (gokepri) – Rencana kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) pada 2027 belum diputuskan. Kementerian Keuangan masih menghitung titik optimal kebijakan tersebut karena kenaikan PTKP berpotensi menjaga daya beli, tetapi juga mengurangi penerimaan pajak penghasilan.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan pemerintah masih mengkaji penyesuaian batas PTKP. Pemerintah juga menghitung dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan penerimaan negara.

Baca Juga: Aksi Buruh Suarakan Keselamatan Kerja dan Upah Murah

“Ini (PTKP) masih dikaji, masih kami kaji secara mendalam,” kata Juda dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurut Juda, kenaikan PTKP dapat mendorong daya beli masyarakat. Namun, kebijakan itu juga berpotensi mengurangi penerimaan dari pajak penghasilan.

“Karena memang ada potensi untuk meningkatkan daya beli, tapi at the same time tentu saja ada potensi untuk kehilangan penerimaan, kehilangan dari pajak penghasilan,” ujarnya.

Pemerintah berencana menyesuaikan batas PTKP pada 2027. Salah satu opsi yang tengah dihitung adalah menyesuaikan batas PTKP dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mendukung wacana kenaikan PTKP. Menurut dia, kebijakan itu dapat mengurangi beban pajak pekerja dan membantu menjaga daya beli, terutama kelompok kelas menengah.

“Ya tentunya kalau dengan ada kenaikan PTKP kan berarti akan membantu. Ini kan lebih bantu dari segi pekerjaannya ya,” kata Shinta di Jakarta, Kamis, 8 Oktober.

Ads bp batam 2026 baru

Shinta menilai kenaikan PTKP dapat menjadi salah satu kebijakan untuk membantu kelas menengah. Namun, dia mengingatkan kebijakan tersebut tidak cukup untuk mengatasi persoalan daya beli.

“Ya, itu yang mungkin menjadi kita concern, karena memang kan kelas menengah kita menurun sangat signifikan,” ujarnya. Menurut Shinta, hasil survei outlook mid-year Apindo menunjukkan adanya pengaruh terhadap daya beli. ANTARA

Baca Juga: Serikat Pekerja Bawa Enam Tuntutan di May Day 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait