Munas VIII HPI resmi bergulir. Peserta tampil memukau berbalut pakaian adat Nusantara.
BATAM (gokepri) – Semarak pakaian adat Nusantara membalut perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) VIII Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) 2026. Ratusan pemandu wisata merayakan pertemuan bergengsi tersebut di Hotel Pacific Palace, Batam, pada Senin (5/10/2026) malam.
Tuan rumah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI Kepulauan Riau menyuguhkan ragam hiburan budaya lokal untuk memukau para peserta. Pertunjukan musik Melayu, adu pantun khas daerah, hingga sajian tari kreasi spektakuler sukses menghidupkan suasana panggung utama.
Baca Juga: Grab Jelajah Kota, Driver di Batam Dilatih Jadi Pemandu Wisata
Sebanyak 27 perwakilan pengurus daerah dari berbagai provinsi hadir langsung menyemarakkan hari pertama hajatan akbar tersebut. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI Imam Widodo sangat menghargai kerja keras panitia penyelenggara dari daerah setempat.
“Pembukaan Munas tahun ini sangat meriah sekali dan menjadi yang terbaik,” puji Imam semalam. Keberhasilan menyajikan acara megah ini meneruskan tradisi kesuksesan Provinsi Kepulauan Riau pada perayaan jenjang nasional sebelumnya.
Ketua DPD HPI Kepri Laksamana Segara Arif merinci jumlah delegasi provinsi yang hadir akan terus bertambah menyusul kedatangan rombongan lain. Panitia memproyeksikan total 32 perwakilan pengurus dari seluruh Indonesia siap mengikuti rangkaian agenda penting ke depan.

“Untuk hari ini sudah ada konfirmasi bahwa akan ada delegasi yang menyusul,” ungkap Arif. Perhelatan tingkat nasional ini menjadwalkan lima rumusan bahasan mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban hingga standardisasi kebijakan profesi.
Sidang musyawarah juga membahas penetapan aturan dasar organisasi serta kegiatan jejaring bisnis pariwisata wisata Kepulauan Riau. Agenda paling krusial tentu menyoroti proses pemilihan sekaligus penetapan Ketua Umum DPP HPI periode kepengurusan 2026–2031.
Tiga kandidat ketua baru bersiap memperebutkan tampuk kepemimpinan tertinggi dengan satu nama calon kuat berasal dari Kepulauan Riau. Ketua DPC HPI Batam Lazuardi Pare memastikan seluruh prosesi musyawarah berstatus sah secara aturan karena tingkat kehadiran utusan daerah sudah memenuhi kuorum.
“Jadi seluruh rangkaian kegiatan ke depan dipastikan berjalan lancar dan berstatus sah,” tegas Lazuardi. Pemukulan gong pembuka acara ini sekaligus menandai momentum perayaan hari ulang tahun perkumpulan pramuwisata yang ke-38.
Baca Juga: Ini Desa Wisata di Kepulauan Riau yang Jadi Wisata Menarik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







