Kabut Asap Batam, Disdik Alihkan Pembelajaran Siswa ke Rumah

Batam masih dilanda kabut asap. (gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin, dengan jarak pandang yang terbatas dan bangunan di kejauhan tampak samar.

Di tengah kondisi itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengalihkan pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Kebijakan tersebut mulai berlaku Selasa (29/9) dan belum ditentukan batas waktunya.

Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan mengatakan, pelaksanaan BDR akan berlangsung hingga kondisi udara dinilai kembali membaik.

“Surat edaran Wali Kota Batam itu berlaku mulai besok dari PAUD, SD, SMP, sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Hendri.

Ia mengatakan, belum dapat memastikan berapa lama kebijakan tersebut diterapkan karena kondisi kabut asap masih dapat berubah.
“Kalau seandainya memang sudah membaik, ya kita tentu surati kembali untuk pembelajaran tatap muka,” katanya.

Hendri menjelaskan, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur pola pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Namun, proses belajar mengajar tetap harus berjalan meski siswa tidak datang ke sekolah.

Pada hari pertama, sekolah dapat menerapkan sistem penugasan kepada siswa. Selanjutnya, metode pembelajaran dapat disesuaikan, termasuk melalui pembelajaran daring menggunakan aplikasi pertemuan virtual.

“Jadi mungkin sifatnya penugasan besok. Tapi hari berikutnya kita atur. Kepala sekolah di surat itu menyebutkan artinya sekolah masing-masing mengatur proses pembelajaran seperti apa, mengontrol para guru, dan proses pembelajaran itu tetap berlangsung,” ujarnya.

Berbeda dengan siswa, para guru tetap diminta masuk ke sekolah karena fasilitas pembelajaran berada di masing-masing satuan pendidikan. Sementara itu, siswa diharapkan mengikuti kegiatan belajar dari rumah dan tetap berada dalam pemantauan sekolah.

Ads bp batam 2026 baru

Hendri juga meminta orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kebijakan BDR diberlakukan. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan anak terhadap kabut asap, sehingga pembelajaran dari rumah tidak seharusnya diikuti dengan aktivitas anak di luar rumah.

“Kami harapkan kepada orang tua, tetap memantau dan membatasi aktivitas anak. Walaupun anak-anak ini belajar dari rumah, kalau bisa jangan dibiarkan anak ini nanti Pemerintah Kota Batam mengarahkan mereka belajar di rumah tapi nanti di rumah mereka keluar juga, kan percuma,” katanya.

Orang tua diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan membatasi kegiatan di ruang terbuka. Jika terdapat keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah, penggunaan masker dianjurkan.

Asap dari Sumatera

Sementara itu, kondisi kabut asap di Batam masih terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin. Forecaster BMKG Rayi mengatakan, berdasarkan citra satelit hingga pukul 10.00 WIB masih terlihat adanya sebaran asap di wilayah Kepulauan Riau. Sebaran asap yang masuk ke wilayah Kepri tersebut berasal dari wilayah Sumatera dan bergerak ke arah barat laut-utara.

“Jika dilihat dari citra sebaran asap, yang memasuki wilayah Kepri adalah sebaran asap dari wilayah Sumatera,” demikian keterangan BMKG.

Meski terdapat sebaran asap, hingga pukul 13.00 WIB tidak terpantau adanya titik panas di wilayah Kepri.

Data BMKG pada pukul 12.00 WIB menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Batam mencapai 67,8 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat. Jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam juga berada pada kisaran 2-5 kilometer.

BMKG menyebut kondisi cuaca di wilayah Kepri masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dalam sepekan ke depan. Potensi hujan mencakup Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Natuna.

Untuk wilayah Batam, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan sekitar 9-18 kilometer per jam dari arah tenggara-barat daya. BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena jarak pandang yang terbatas akibat asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat di Batam diimbau mengurangi kecepatan dan meningkatkan kehati-hatian selama jarak pandang masih terbatas. *

Penulis: Engesti

Pos terkait