RoRo Batam-Johor Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, ASDP Masih Koordinasi

ASDP Indonesia Ferry
Pelabuhan Roro di Batam. (dokumen)

BATAM (gokepri.com) – Rencana pembukaan layanan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) yang menghubungkan Batam, Kepulauan Riau, dengan Johor, Malaysia, masih dalam tahap kajian dan belum memasuki fase operasional.

PT ASDP Indonesia Ferry masih mengevaluasi potensi pasar serta mempersiapkan kapal dan fasilitas pendukung, khususnya di sisi Johor.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam Reno Yulianto mengatakan kajian tersebut dilakukan setelah pihaknya berdiskusi dengan pelaku usaha dari Batam dan Johor melalui forum group discussion (FGD).

Hasil diskusi menunjukkan adanya potensi permintaan yang cukup menjanjikan terhadap layanan penyeberangan tersebut.

“Dari situ kita lihat permintaannya cukup baik. Pelaku bisnis juga berharap kalau memungkinkan kapal bisa segera beroperasi,” ujar Reno di Batam, Selasa.

Menurut dia, ASDP saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah serta sejumlah pihak terkait di Indonesia dan Malaysia. Kesiapan yang perlu dipastikan mencakup kapal, regulasi hingga fasilitas pelabuhan di Johor.

ASDP berharap rute tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun ini. Namun, waktu pelaksanaan masih menunggu hasil kajian dan terpenuhinya berbagai persyaratan operasional.

Untuk sisi Batam, Pelabuhan Bintang 99 Persada diproyeksikan tetap menjadi lokasi keberangkatan. Reno menyebut fasilitas di pelabuhan tersebut telah mendukung kebutuhan operasional untuk layanan RoRo.

“Masih dalam kajian. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak Batam, termasuk melihat kesiapan dari Johor,” katanya.

Rute Batam-Johor tersebut dirancang tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga kendaraan dan barang. Skema RoRo memungkinkan kendaraan masuk langsung ke kapal melalui jalur khusus atau ramp dan keluar kembali setelah tiba di pelabuhan tujuan.

Rencana layanan itu akan menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor di Johor. Kedua pelabuhan berjarak sekitar 27 mil laut.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse sebelumnya mengatakan persiapan pembukaan rute dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut dia, pengoperasian rute tersebut tetap harus memperhatikan kesiapan infrastruktur, aspek regulasi, serta persetujuan dari pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Di Batam, fasilitas Pelabuhan Bintang 99 Persada dinilai telah tersedia. Sementara itu, sejumlah fasilitas di Terminal Feri Tanjung Belungkor masih perlu ditingkatkan agar mampu mendukung aktivitas kapal RoRo.

Berbeda dengan kapal pengangkut kontainer, RoRo dirancang agar kendaraan dapat masuk dan keluar kapal dengan sistem berkendara. Mekanisme tersebut membuat proses bongkar-muat kendaraan menjadi lebih praktis dan tidak memerlukan pemindahan muatan dari kendaraan.

Reno mengatakan sektor pariwisata dan logistik menjadi dua pasar yang dinilai memiliki prospek dalam pengembangan rute tersebut.

“Pariwisata, kemudian logistik,” ujarnya.

Ia menjelaskan layanan RoRo lebih diarahkan untuk kendaraan dan muatan dengan kapasitas menengah, bukan untuk mengangkut kargo dalam skala besar seperti kapal kontainer.

“Kalau RoRo bisa untuk menengah ke bawah. Muatannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu banyak. Wisatawan juga nantinya lebih mudah,” kata Reno.

Apabila terealisasi, jalur RoRo Batam-Johor akan menambah alternatif konektivitas laut antara Indonesia dan Malaysia. Selain memberikan pilihan baru bagi wisatawan yang membawa kendaraan, layanan tersebut juga berpotensi mempermudah pergerakan barang dan mendukung aktivitas perdagangan lintas batas. *

Penulis: Engesti

Pos terkait