Kabut Asap Mulai Selimuti Batam, Dinkes Imbau Warga Waspadai ISPA

(internet)

BATAM (gokepri.com) – Kabut asap mulai terlihat menyelimuti udara dan langit Kota Batam yang diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar Kepulauan Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Anggraini Nawang Wulan mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam untuk memantau kondisi kualitas udara.

“Kami masih menunggu data ISPU dari DLH Batam,” ujar Anggraini, Selasa, 1 September 2026.

Ia mengatakan informasi dari BMKG Kelas I Hang Nadim Batam menunjukkan terdapat titik panas atau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah yang berpotensi memengaruhi kondisi udara.

Perubahan arah angin juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau. Karena itu, Dinkes Batam mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama di tengah kondisi udara yang mulai berkabut.

Anggraini menyebut, pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala melalui aplikasi resmi, sembari berkoordinasi dengan DLH untuk memperoleh perkembangan terbaru terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi buah dan sayuran guna membantu menjaga kebugaran tubuh.

“Yang terpenting menjaga kondisi tubuh dan segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit apabila muncul gejala penurunan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan ISPA,” katanya.

Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan keluhan seperti batuk yang tidak kunjung reda, mata memerah, sesak napas maupun gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala DLH Batam Dohar mengungkapkan, kondisi Batam masih aman dari paparan asap kiriman dari wilayah lain. “Kami masih koordinasikan,” kata dia.

Sementara itu, BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mencatat adanya potensi penyebaran asap lintas wilayah di sejumlah kawasan Kepulauan Riau.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari 9 SM pada 28 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, sebagian wilayah Kabupaten Lingga dan Karimun teridentifikasi berpotensi terkena dampak sebaran asap.

Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Annisa Fitria mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan angin serta keberadaan titik panas (geohotspot) yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Sebagian wilayah Kabupaten Lingga dan Karimun berpotensi terdampak berdasarkan pola sebaran asap tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG menyatakan Kota Batam masih relatif aman dari paparan asap kiriman dari wilayah lain.

“Batam diprakirakan tidak berpotensi terdampak secara langsung oleh asap lintas batas maupun asap kiriman dari daerah lain,” kata Fitri.

BMKG mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, serta beberapa provinsi di Kalimantan, Maluku hingga Papua Barat.

Pola angin di Indonesia secara umum bergerak dari tenggara menuju barat laut hingga utara dengan kecepatan sekitar 5-20 knot. Kondisi tersebut menyebabkan sebaran asap dari sejumlah titik panas di Sumatera dan Kalimantan bergerak mengikuti arah angin.

BMKG juga mendeteksi adanya asap lintas batas dari Kalimantan Barat yang bergerak menuju Sarawak, Malaysia.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara, BMKG mengimbau masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujar Fitri.

BMKG Hang Nadim Batam terus memperbarui pemantauan terhadap pergerakan angin dan perkembangan titik panas untuk mengetahui dinamika sebaran asap serta kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah Kepulauan Riau. *

Penulis: Engesti

 

Pos terkait