Sebanyak 171 atlet Batam meraih 23 emas, 34 perak, dan 37 perunggu pada Popda X Kepri 2026.
BATAM (gokepri) — Pemko Batam mengalokasikan Rp823 juta sebagai bentuk apresiasi kepada atlet, pelatih, dan manajer yang memperkuat kontingen Batam pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau 2026.
Penghargaan tersebut diberikan setelah kontingen Batam membawa pulang 94 medali dari ajang yang berlangsung pada 2–18 Juli 2026 di Tanjung Balai Karimun. Raihan itu terdiri atas 23 medali emas, 34 perak, dan 37 perunggu dari 10 cabang olahraga.
Baca Juga: POPDA X Kepri Ditutup, Tanjungpinang Berhasil Raih Juara Umum
Pemberian bonus berlangsung dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam. Sekitar 850 tamu undangan hadir dalam acara tersebut.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam, serta kepala organisasi perangkat daerah.
Amsakar menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota kontingen yang telah membawa nama Batam dalam Popda X Kepri. Menurut dia, prestasi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga pelajar di Batam.
“Kami memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen yang telah membawa nama Batam,” ujar Amsakar.
Kontingen Batam diperkuat 231 orang. Mereka terdiri atas 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer atau ofisial cabang olahraga, dan 14 ofisial kota.
Dari 23 medali emas, pencak silat menjadi penyumbang terbanyak dengan enam medali. Renang menyumbang lima emas, bulu tangkis empat, atletik tiga, tenis lapangan dua, serta bola basket dan bola voli masing-masing satu.
Renang juga menjadi penyumbang medali perak terbanyak dengan 11 medali. Berikutnya pencak silat tujuh, atletik enam, bulu tangkis empat, tenis lapangan tiga, serta sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing satu.
Sementara itu, 37 medali perunggu berasal dari renang sebanyak 13 medali, atletik sembilan, pencak silat tujuh, tenis lapangan empat, tenis meja tiga, dan sepak takraw satu.
Pemko Batam menetapkan besaran bonus berdasarkan nomor pertandingan. Peraih medali emas kategori perorangan mendapat Rp5 juta, ganda Rp2,5 juta, dan beregu Rp1,5 juta.
Peraih medali perak mendapat Rp3 juta untuk nomor perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu. Adapun peraih perunggu memperoleh Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750 ribu untuk beregu.
Selain bonus, anggaran Rp823 juta tersebut juga mencakup dana pembinaan. Penghargaan itu menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap atlet pelajar yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga di Batam.
Meski meraih puluhan medali, Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri. Hasil tersebut mengakhiri catatan Batam sebagai juara umum selama delapan tahun berturut-turut.
Amsakar meminta hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pengelola pembinaan olahraga. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta Sekretaris Daerah memperkuat pembinaan, terutama pada cabang olahraga yang masih perlu ditingkatkan.
“Evaluasi taktis harus segera dilakukan agar Batam kembali merebut juara umum pada Popda berikutnya,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, pembinaan olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Prestasi atlet pelajar, kata dia, perlu berjalan seiring dengan kemajuan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyinggung sejumlah capaian Batam dalam bidang lain. Batam tercatat meraih prestasi secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Tilawatil Qur’an.
Indeks Pembangunan Manusia Batam pada 2025 juga tercatat 83,8 atau menjadi yang tertinggi di Kepulauan Riau. Amsakar menilai capaian tersebut menunjukkan pembangunan sumber daya manusia membutuhkan dukungan dari berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Amsakar turut mengajak berbagai pihak menjaga iklim pembangunan Batam. Ia meminta masyarakat menghindari narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif yang tidak didukung pemahaman menyeluruh.
“Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” ujarnya.
Baca Juga: POPDA Bawa Berkah bagi Ekonomi Karimun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









