MBG di Batam Kembali Bergulir Pekan Depan

MBG Belakangpadang Batam
Tim SPPG yang mendorong kendaraan untuk dapat menanjak bukit di Pulau Belakangpadang, Batam, Kepri, Selasa (14/10/2025). (ANTARA/Amandine Nadja)

BATAM (gokepri) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam akan kembali bergulir mulai Senin (20/7/2026) setelah berhenti selama masa libur sekolah. Kepastian ini memastikan layanan pemenuhan gizi kembali menjangkau ratusan ribu penerima, mulai dari peserta didik hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Penghentian sementara layanan mengikuti kalender pendidikan di Kota Batam. Meski sebagian sekolah telah memulai tahun ajaran baru pada pekan ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memilih mengaktifkan seluruh dapur secara serentak agar distribusi makanan berlangsung bersamaan di semua satuan pendidikan.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam Defri Frenaldi mengatakan seluruh dapur MBG akan kembali beroperasi pada 20 Juli. Jadwal tersebut mengikuti edaran Dinas Pendidikan Kota Batam mengenai masa libur sekolah.

Baca Juga: Kejati se-Indonesia Diminta Hentikan Pengumpulan Data MBG

“Kami akan kembali operasional minggu depan. Kami mengikuti kebijakan daerah terkait libur sekolah dan seluruh dapur akan kembali operasional secara serentak,” ujar Defri, Rabu (15/7/2026).

Menurut Defri, keseragaman jadwal dipilih agar pelaksanaan MBG di seluruh sekolah berjalan serempak. Karena itu, meski sebagian sekolah telah memulai kegiatan belajar mengajar, distribusi makanan baru dimulai pada 20 Juli.

“Tetap akan mulai secara serentak pada tanggal 20, kita mengikuti edaran Dinas Pendidikan Kota Batam,” katanya.

Selain menyasar peserta didik, MBG tetap diberikan kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut tetap menjadi bagian dari sasaran program meski mekanisme penyalurannya berbeda dengan peserta didik.

Defri menjelaskan penyaluran kepada kelompok 3B masih mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni dua kali dalam sepekan. SPPG masih menunggu petunjuk teknis baru apabila pemerintah memutuskan mengubah mekanisme penyaluran.

“Ke depan mungkin akan ada juknis baru, tetapi selama belum ada, yang lama masih berlaku,” ujarnya.

SPPG juga belum menyiapkan menu khusus untuk hari pertama operasional MBG setelah libur sekolah. Menu yang disajikan tetap mengikuti standar gizi yang selama ini diterapkan.

Saat ini terdapat 139 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kota Batam. Selain itu, terdapat sembilan dapur yang telah mengantongi surat keputusan operasional dan menunggu mulai beroperasi.

Berdasarkan data SPPG Batam, program MBG saat ini menjangkau 257.421 pelajar, 51.030 penerima dari kelompok 3B, serta 17.399 guru sekolah.

Sebelumnya, layanan MBG dihentikan sementara sejak 29 Juni 2026 untuk menyesuaikan dengan masa libur sekolah. Penghentian operasional berlaku bagi seluruh penerima manfaat, termasuk kelompok 3B, karena seluruh dapur ikut berhenti beroperasi selama periode tersebut. ANTARA

Baca Juga: Menteri Keuangan: Anggaran MBG Akan Dikurangi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait