ITS Juara Robot Nasional, Wakili Indonesia ke Hong Kong

Tim robot Richie ITS menerima trofi juara KRAI 2026 di Universitas Jember.
Direktur Belmawa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikti Saintek Beny Bandanadjaja dan Rektor Unej Iwan Taruna berfoto bersama para juara 1,2, dan 3 KRAI 2026 saat Awarding Ceremony yang digelar di Gedung Auditorium Unej, Minggu (12/7/2026) malam. Foto: Humas Unej

JEMBER (gokepri) – Ketekunan, kolaborasi, dan kemampuan berinovasi mengantarkan tim robot Richie dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menjadi juara pertama Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Gelar tersebut sekaligus memastikan ITS mewakili Indonesia pada Kontes Robot ABU Robocon Internasional di Hong Kong pada Agustus 2026.

Kemenangan diraih setelah Richie mengalahkan Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor 160-20 pada partai final di Gedung Auditorium Universitas Jember (Unej), Minggu (12/7) malam.

KRAI bukan sekadar ajang adu kecanggihan robot. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa menguji kemampuan merancang, memprogram, dan mengoperasikan robot untuk menyelesaikan tantangan tertentu. Tim juara nasional kemudian memperoleh mandat mewakili Indonesia pada ABU Robocon Internasional yang diikuti berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.

Baca Juga: Apresiasi Wali Kota Batam untuk Tim Robotik Santri yang Juara di Malaysia

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengapresiasi seluruh peserta yang menunjukkan dedikasi, semangat pantang menyerah, dan kemampuan berkolaborasi sepanjang kompetisi. Menurut dia, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang ditampilkan, tetapi juga karakter para pengembangnya.

“Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut,” ujar Iwan, Senin (13/7).

Ia menilai ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika menghadapi kegagalan merupakan nilai yang membentuk inovator masa depan. Seluruh peserta memang datang membawa nama perguruan tinggi masing-masing, tetapi pada akhirnya mereka mengusung identitas yang sama, yakni Indonesia.

Karena itu, Iwan berharap semangat belajar, berinovasi, dan bekerja sama tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Pengalaman selama KRAI diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaja mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, terutama tim ITS yang akan mengemban tugas mewakili Indonesia di Hong Kong.

“Semoga perjuangan berikutnya mampu membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional,” kata Beny.

Menurut Beny, gelar juara merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk bangkit setelah mengalami kegagalan. Ia juga mengapresiasi Universitas Jember sebagai tuan rumah yang dinilai berhasil menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional tersebut.

Ia menambahkan, keberhasilan KRAI menunjukkan kolaborasi antarlembaga, perguruan tinggi, dan panitia mampu menghadirkan ajang yang bukan hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap bersaing di tingkat global.

Beny menilai KRAI 2026 menjadi bukti bahwa inovasi robotika Indonesia terus berkembang melalui kreativitas, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Selain ITS sebagai juara pertama, posisi kedua diraih Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta. Juara ketiga diraih Lahbako-san dari Universitas Jember.

Penghargaan Harapan I diberikan kepada Brido WCT dari Universitas Airlangga. Adapun penghargaan Harapan II diraih D’Rimau dari Universitas Sriwijaya, Barelang V dari Politeknik Negeri Batam, Blakasutha dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Magis Team dari Universitas Sanata Dharma.

Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan khusus. Richie ITS meraih Best Design, Maestro Evo UNY memperoleh Best Strategy, Garudago dari Institut Teknologi Bandung mendapat Best K3, Lahbako-san Universitas Jember meraih Best Innovation, Napopa dari Universitas Tadulako memperoleh Best Spirit, sedangkan Barelang V dari Politeknik Negeri Batam menerima penghargaan Best Sportivitas. ANTARA

Baca Juga: Wali Kota Batam Dukung Peningkatan SDM Lewat Kompetisi Robotik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait