Longsor dan Banjir Manado, 6 Korban Tewas

Banjir dan longsor Manado
Banjir di sejumlah kecamatan di Manado sejak Sabtu (16/1/2021).

Manado (gokepri.com) – Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (16/1/2021). Korban tewas hingga Minggu (17/1) sebanyak enam orang.

“Satu korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan di Kelurahan Malalayang I Barat, Kecamatan Malalayang. Jadi, sudah enam korban tewas akibat tertimpa tanah longsor,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga.

Untuk jumlah total warga yang terdampak banjir, longsor, dan yang mengungsi masih dalam pendataan. Sebelumnya, tim SAR menemukan lima korban tanah longsor yang terjadi di Manado. Kelima korban tersebut yaitu Meyni Pondaag (62), Fany Poluan (50), Arni Lorens (43), Chelsea (7), serta seorang polisi Aiptu Kifni Kawulur (49).

HBRL

Setidaknya 9 kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado terdampak banjir dan tanah longsor. Di antaranya Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil, dan Kecamatan Wenang.

Saat ini BPBD masih terus menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga yang terdampak banjir dan longsor. Ada 2.000 bungkus makanan siap saji yang sedang didistribusikan. Petugas juga sedang mendirikan posko bencana.

“Posko sudah dikoordinasikan dengan dinas sosial, kita juga akan membuat dapur umum. Sejauh ini sudah ada tiga posko yang dibuat oleh Kepolisian,” kata Donald. (wan)

Pos terkait