LOS ANGELES (gokepri) — Spanyol melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Austria 3-0 di Stadion SoFi, Los Angeles, Kamis (2/7/2026). Dominasi sepanjang laga mempertegas posisi juara Eropa itu sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar.
Austria nyaris tidak mampu keluar dari tekanan. Sepanjang pertandingan, tim asuhan Ralf Rangnick gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Spanyol menguasai bola, mengendalikan ritme permainan, dan terus menciptakan peluang.
Kemenangan itu mengantar Spanyol menghadapi pemenang laga Portugal melawan Kroasia di babak 16 besar. Ujian berikutnya diperkirakan akan jauh lebih berat dibandingkan saat menghadapi Austria.
Baca Juga: Simulasi Supercomputer: Spanyol Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Spanyol sebenarnya sempat membuka keunggulan lebih cepat. Marc Cucurella mencetak gol melalui situasi sepak pojok, tetapi wasit menganulirnya karena Pau Cubarsi dinilai mengganggu kiper Alexander Schlager.
Tekanan Spanyol terus berlanjut. Schlager beberapa kali menggagalkan peluang, termasuk menepis tembakan rendah Mikel Oyarzabal yang mengarah ke sudut gawang.
Pertahanan Austria akhirnya runtuh pada menit ke-36. Pedri mengirim umpan ke sisi kiri kepada Cucurella yang langsung mengirim bola ke depan gawang. Oyarzabal menyambutnya dengan sontekan kaki kiri untuk membawa Spanyol unggul 1-0.
Selepas gol itu, permainan Spanyol semakin hidup. Lamine Yamal berkali-kali membongkar pertahanan Austria dari sisi kanan. Tendangan bebas Alex Baena membentur mistar, sedangkan tembakan lanjutan Yamal kembali digagalkan Schlager.
Austria memperoleh peluang terbaik menjelang turun minum. Romano Schmid mengirim umpan kepada Stefan Posch yang berdiri bebas. Namun, kontrol bola Posch terlalu jauh sehingga kesempatan itu terbuang.
Austria mencoba mengubah permainan selepas jeda dengan memasukkan Sasa Kalajdzic dan Marko Arnautovic. Umpan-umpan panjang mulai menjadi pilihan, tetapi sundulan Kalajdzic masih melambung di atas mistar.
Spanyol tidak membutuhkan banyak waktu untuk kembali mengendalikan keadaan. Pada menit ke-66, Baena mengangkat bola ke kotak penalti dan Pedro Porro menanduknya menjadi gol. Itu merupakan gol pertama Porro bersama tim nasional Spanyol.
Austria masih berupaya menahan gempuran agar tidak kebobolan lebih banyak. David Alaba menyapu bola tepat di garis gawang saat Yamal hampir mencetak gol. Tak lama kemudian, Yamal ditarik keluar untuk menjaga kondisinya.
Gol penutup lahir pada menit ke-89. Cucurella kembali mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan Oyarzabal tanpa kawalan. Gol itu memastikan kemenangan Spanyol 3-0.
Menjelang laga berakhir, suporter Spanyol berulang kali meneriakkan “Ole” ketika para pemain mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Sorakan itu menjadi penutup penampilan yang nyaris sempurna.
Meski tampil dominan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente meminta timnya tidak cepat puas.
“Kami punya banyak alasan untuk senang, tetapi tim ini belum mencapai kemampuan terbaiknya,” ujar De la Fuente seusai pertandingan.
Menurut dia, fase gugur akan menghadirkan lawan yang jauh lebih berat sehingga Spanyol harus terus meningkatkan kualitas permainan. Ia menilai kemenangan atas Austria baru menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
“Kepuasan bisa membunuh. Ketika Anda percaya sudah cukup baik, saat itulah Anda menjadi lebih lemah,” kata De la Fuente.
Ia juga memuji penampilan Marc Cucurella yang mencatat dua assist untuk Oyarzabal. Menurut dia, bek kiri itu memberi keseimbangan sekaligus ancaman dari sisi sayap.
Spanyol kini melangkah ke babak 16 besar dengan modal yang meyakinkan. Selain belum kebobolan sepanjang turnamen, mereka juga menunjukkan kombinasi penguasaan bola, organisasi pertahanan, dan efektivitas penyelesaian akhir yang menjadi ciri permainan tim asuhan De la Fuente. REUTERS
Baca Juga: Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








