Korban latsarmil bertambah menjadi lima orang. Kemhan mempertahankan pelatihan bagi calon manajer koperasi.
JAKARTA (gokepri) — Jumlah peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia bertambah menjadi lima orang.
Korban terbaru adalah Nola Dya Sari, peserta pelatihan di Kalimantan Barat. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan Nola meninggal pada Jumat (26/6) pukul 21.03 WIB saat menjalani penanganan medis di RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Baca Juga: Pembangunan 64 Titik Koperasi Merah Putih di Batam Terus Dikebut
Menurut Ketut, Nola tiba di rumah sakit sekitar pukul 20.20 WIB dan langsung mendapatkan penanganan lanjutan. Dalam proses perawatan, ia mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung paru dan tindakan kardioversi. Namun, kondisinya tidak dapat dipulihkan.
Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga mengumumkan meninggalnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Rifki sempat mengalami sesak napas saat mengikuti kegiatan latsarmil pada Kamis (25/6).
Tim kesehatan di Satdik Yon Parako 465 sempat memberikan penanganan dan kondisi Rifki membaik sehingga kembali mengikuti aktivitas. Namun, kesehatannya kembali menurun dan ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Rifki dinyatakan meninggal pada Jumat (26/6) pukul 00.28 WIB setelah menjalani penanganan medis.
Rico mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil. Kementerian Pertahanan, kata dia, akan mengevaluasi penyelenggaraan Program SPPI untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Sebelum Rifki dan Nola, tiga peserta lain lebih dulu meninggal. Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada 17 Juni akibat henti jantung saat mengikuti latsarmil di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Anisa Muyassaroh meninggal pada 18 Juni akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Sementara Novia Rahmadhani Sihotang meninggal pada 23 Juni akibat tuberkulosis saat mengikuti latsarmil di Kodiklatau Jakarta.
Di tengah bertambahnya korban, Kementerian Pertahanan menjelaskan alasan calon pengelola koperasi diwajibkan mengikuti pelatihan tersebut sekaligus menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaannya.
Kementerian Pertahanan menjelaskan alasan latihan dasar kemiliteran menjadi bagian dari pendidikan calon manajer Koperasi Merah Putih.
Ketut mengatakan latihan bela negara dan manajerial ditujukan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja di bawah tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kemampuan tersebut, menurut dia, diperlukan karena para peserta nantinya mengelola koperasi yang mengelola perputaran dana masyarakat. Pemerintah menilai pengelola yang memiliki kepemimpinan dan profesionalisme akan mendukung penguatan ekonomi rakyat di desa.
“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” kata Ketut.
Ia menegaskan pelatihan itu tidak dimaksudkan untuk membentuk pengelola koperasi menjadi prajurit. Meski demikian, Kementerian Pertahanan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latsarmil, termasuk menyesuaikan materi pelatihan dengan kondisi masing-masing peserta.
Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Koperasi menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan rapat dihadiri Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Angelo De Sousa, dan pejabat Staf Teritorial TNI. Pembahasan mencakup perkembangan pembangunan koperasi dan berbagai kendala di lapangan.
Menurut Dudung, pemerintah akan mendukung penyelesaian berbagai hambatan agar pembangunan dan operasional koperasi berjalan sesuai rencana.
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono mengatakan program kini memasuki tahap pembangunan gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya. Salah satu rekomendasi rapat adalah mempercepat penerbitan peraturan presiden sebagai dasar operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, pemerintah akan meninjau langsung 1.061 koperasi percontohan di berbagai daerah untuk memastikan operasionalnya berjalan sesuai target. ANTARA
Baca Juga: Saat Koperasi Menjadi Pengelola Energi Desa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








