BATAM (gokepri) — Selat Malaka menghadapi tantangan pengelolaan yang semakin kompleks. Untuk menghimpun solusi berbasis riset, Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) membuka pengajuan makalah bagi akademisi dan pemerhati kemaritiman menjelang konferensi internasional di Batam.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan. Hasil pembahasannya akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada International Maritime Organization (IMO) dan Pemerintah Indonesia sebagai masukan bagi pengelolaan Selat Malaka.
Ketua Harian PB ISMI Ilmi Abdullah mengatakan, konferensi mengangkat tema besar masa depan Selat Malaka. Pembahasannya mencakup regulasi global IMO, ekonomi biru, masyarakat adat laut dan pesisir, serta keberlanjutan kawasan.
Baca Juga: Wacana Tarif Selat Malaka Surut di Tengah Kritik
“Makalah tersebut mengacu pada tema mengenai masa depan Selat Malaka, yakni regulasi global IMO, ekonomi biru, keberadaan masyarakat adat laut dan pesisir, serta keberlanjutan kawasan di masa depan,” ujar Ilmi di Medan, Rabu (25/6/2026).
Menurut Ilmi, tema regulasi global IMO akan mengulas penerapan standar internasional dalam pengelolaan kawasan maritim. Sementara itu, pembahasan ekonomi biru berfokus pada inovasi, ketahanan, dan pembangunan kelautan yang berkelanjutan.
PB ISMI membuka pengajuan makalah mulai 25 Juni hingga 1 September 2026. Surat penerimaan makalah atau Letter of Acceptance (LoA) diterbitkan bertahap pada 1 Juli hingga 20 September 2026.
Konferensi internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Batam pada 22–24 September 2026. Waktu penyelenggaraannya dipilih bertepatan dengan Hari Maritim Nasional yang diperingati setiap 23 September.
Sejumlah peserta dari Turki dan Malaysia telah mendaftar. PB ISMI juga mengharapkan keikutsertaan akademisi dan peneliti dari Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Australia, serta berbagai daerah di Indonesia.
Untuk peserta dalam negeri, PB ISMI berharap pendaftar berasal dari Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Utara, dan daerah lainnya. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan wilayah diharapkan memperkaya perspektif mengenai pengelolaan Selat Malaka.
Menurut Ilmi, konferensi tersebut diharapkan melahirkan gagasan yang dapat menjawab berbagai tantangan di Selat Malaka, mulai dari tata kelola pelayaran, pembangunan ekonomi kelautan, hingga perlindungan masyarakat pesisir.
“Ini merupakan upaya ISMI untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi penataan kawasan Selat Malaka yang baik dan berkelanjutan dari berbagai aspek,” ujar Ilmi.
Rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan disampaikan kepada IMO dan Pemerintah Indonesia. PB ISMI berharap forum di Batam tidak berhenti sebagai diskusi akademik, tetapi menjadi pijakan bagi kebijakan yang mendukung keberlanjutan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. ANTARA
Baca Juga: gokepri.com Siap Kolaborasi dan Sukseskan Fesmed Selat Malaka AJI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








