Jasa Raharja dan UNIBA Bangun Budaya Keselamatan Berkendara

Mahasiswa Universitas Batam mengikuti edukasi keselamatan transportasi di Jasa Raharja Kepri.
Mahasiswa Universitas Batam mengikuti kuliah lapangan di Kantor Wilayah Jasa Raharja Kepulauan Riau, Batam, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut membahas keselamatan transportasi, kebijakan lalu lintas, dan kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Foto: Humas UNIBA

BATAM (gokepri) — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan masih rendahnya kepatuhan administrasi kendaraan menjadi tantangan yang tidak hanya membutuhkan penegakan aturan, tetapi juga edukasi sejak usia muda.

Atas dasar itu, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau mengajak mahasiswa Universitas Batam (UNIBA) memahami isu keselamatan transportasi dan kepatuhan pajak kendaraan bermotor.

Kegiatan kuliah lapangan yang berlangsung di Kantor Wilayah Jasa Raharja Kepulauan Riau, Jumat (19/6/2026), diikuti lebih dari 60 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum Universitas Batam. Peserta berasal dari Program Studi S-1 Manajemen dan S-1 Akuntansi Semester IV yang didampingi dosen pengampu, Agus Siswanto Siagian.

Baca Juga: Belajar Hukum dari Akar Peradaban, Mahasiswa Uniba Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, keselamatan lalu lintas menjadi isu yang semakin relevan. Selain menyangkut risiko kecelakaan, persoalan ini juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan yang mendukung tata kelola transportasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai tugas dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai program keselamatan transportasi dan peran Jasa Raharja dalam mendukung optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Tema yang diangkat dalam diskusi adalah “Pro dan Kontra Penutupan U-Turn: Antara Kelancaran Lalu Lintas dan Hak Akses Masyarakat”. Topik ini dipilih karena kebijakan penutupan putar balik jalan atau U-turn kerap memunculkan perdebatan antara aspek keselamatan lalu lintas dan kebutuhan akses masyarakat.

Mahasiswa diajak memahami bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas tidak hanya bertujuan memperlancar arus kendaraan, tetapi juga menekan risiko kecelakaan. Di sisi lain, setiap kebijakan perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kepulauan Riau Rikka Inri Dalosa mengatakan, keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh pengguna jalan.

“Setiap kebijakan keselamatan, termasuk penataan U-turn, bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih aman,” ujar Rikka.

Selain isu keselamatan jalan, mahasiswa juga mendapat pemaparan mengenai pentingnya kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Menurut Jasa Raharja, kepatuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kewajiban pemilik kendaraan, tetapi juga berkontribusi terhadap pendanaan pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan dengan Program SIGAP (Samsat Initiative for Growth Achievement Program), yaitu program yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, Jasa Raharja memberikan pre-test sebelum sesi dimulai dan post-test setelah pemaparan berakhir. Metode tersebut digunakan untuk melihat tingkat pemahaman mahasiswa terhadap isu keselamatan transportasi dan fungsi Jasa Raharja.

Dosen Universitas Batam Agus Siswanto Siagian menilai kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami implementasi kebijakan publik secara langsung.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademis yang kuat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat,” kata Agus.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa. Topik yang dibahas mencakup efektivitas penutupan U-turn dalam menekan kecelakaan, dampaknya terhadap akses masyarakat dan pelaku usaha, sinergi antarinstansi dalam keselamatan jalan, hingga strategi meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, Jasa Raharja berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat memperluas literasi keselamatan transportasi di kalangan mahasiswa. Upaya itu dinilai penting karena perubahan budaya berlalu lintas yang lebih aman membutuhkan keterlibatan generasi muda sebagai pengguna jalan sekaligus agen edukasi di masyarakat.

Baca Juga: 13 Nyawa Melayang, Ada Apa dengan Jalanan Batam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait