JAKARTA (gokepri.com) – Liverpool resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala untuk menghadapi musim 2026/2027, menggantikan Arne Slot yang meninggalkan klub pada akhir pekan lalu.
Pengumuman itu disampaikan Liverpool melalui laman resmi klub pada Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. Kedatangan Iraola mengakhiri spekulasi mengenai sosok yang akan memimpin The Reds dalam upaya kembali bersaing di papan atas sepak bola Inggris dan Eropa.
Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun tersebut datang ke Merseyside dengan reputasi yang terus menanjak. Dalam tiga musim terakhir, ia sukses mengubah Bournemouth dari tim yang sekadar bertahan di Liga Inggris menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan.
Puncak keberhasilannya terjadi pada musim 2025/2026. Di bawah arahannya, Bournemouth finis di posisi keenam klasemen Liga Inggris dan mengamankan tiket ke Liga Europa. Pencapaian itu menjadi sejarah baru bagi klub berjuluk The Cherries tersebut karena untuk pertama kalinya tampil di kompetisi antarklub Eropa.
Iraola mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran dari Liverpool. Kesempatan menangani salah satu klub terbesar dunia menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
“Saya sangat bersemangat. Semua orang tahu tentang Liverpool, tahu bahwa ini adalah klub besar, salah satu yang terbesar di dunia,” kata Iraola.
“Atmosfernya, para suporternya, klubnya, para pemainnya, kesempatan untuk melatih pemain-pemain kelas dunia, serta peluang bersaing memperebutkan gelar. Sulit menemukan sesuatu yang lebih menarik dari ini. Saya sangat antusias untuk memulai,” ujarnya.
Nama Iraola sebenarnya bukan sosok asing di sepak bola Spanyol. Lahir di wilayah Basque, ia memiliki karier panjang sebagai pemain bersama Athletic Club. Berposisi sebagai bek kanan, ia mencatatkan lebih dari 500 penampilan selama 12 musim membela klub tersebut.
Ia juga pernah memperkuat tim nasional Spanyol dengan tujuh penampilan sebelum mengakhiri karier bermainnya bersama New York City FC pada 2016.
Perjalanan kepelatihannya dimulai dua tahun kemudian saat menangani klub Siprus, AEK Larnaca. Bersama klub itu, Iraola mempersembahkan gelar Piala Super Siprus sebelum melanjutkan karier di Spanyol bersama Mirandes.
Namanya mulai mencuri perhatian ketika membesut Rayo Vallecano pada 2020. Pada musim pertamanya, ia langsung membawa klub tersebut promosi ke La Liga. Gaya bermain agresif dan intens yang diterapkannya membuat Rayo mampu bersaing dengan klub-klub yang memiliki sumber daya lebih besar.
Reputasi itu kemudian membawanya ke Bournemouth pada 2023. Di sana, Iraola kembali menunjukkan kemampuannya membangun tim yang kompetitif. Musim lalu menjadi bukti paling nyata ketika Bournemouth mencatat rekor 18 pertandingan tanpa kekalahan pada paruh kedua kompetisi.
Rentetan hasil positif tersebut mengantarkan Bournemouth menembus enam besar klasemen dan mengamankan satu tempat di Liga Europa.
Kini, tantangan yang jauh lebih besar menantinya di Anfield. Dengan sejarah panjang, ekspektasi tinggi, dan tuntutan untuk kembali meraih trofi, Iraola akan memulai babak baru dalam kariernya bersama salah satu klub paling bergengsi di dunia. Ia akan menangani klub dengan nilai skuadnya mencapai sekitar Rp 19,3 triliun menurut catatan Transfermarkt.
Tugas pertamanya adalah menyiapkan Liverpool menghadapi musim 2026/2027 dengan target mengembalikan The Reds ke persaingan gelar, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. *
(sumber: republika.co.id)








