Kepulangan Jamaah Haji Disambut Haru Keluarga

Penyambutan 442 jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Batam di Asrama Haji Batam Centre.
Kedatangan 442 jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Batam di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam Centre, Senin (1/6/2026). Jemaah berasal dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri) — Sebanyak 442 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Batam tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Kepulangan jemaah asal Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga itu disambut Pemerintah Kota Batam di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam Centre, Senin (1/6/2026).

Kedatangan kloter pertama menjadi penanda dimulainya proses pemulangan jemaah haji asal Kepulauan Riau melalui Debarkasi Batam. Suasana haru mewarnai penyambutan ketika para jemaah bertemu kembali dengan keluarga yang menunggu sejak pagi.

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, yang mewakili Pelaksana Harian Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah dalam keadaan selamat.

HBRL

Baca Juga: 442 Jamaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Sudah Kembali ke Tanah Air

Berdasarkan data panitia, Kloter 1 terdiri atas 445 orang, termasuk petugas haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 442 jemaah telah kembali ke Batam.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan Ibu Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa predikat haji mabrur serta keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Firmansyah saat penyambutan.

Ia menilai ibadah haji tidak berhenti setelah jemaah kembali ke daerah asal. Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan, perlu terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Firmansyah, para jemaah memiliki posisi strategis sebagai teladan di tengah masyarakat. Pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji diharapkan tercermin dalam sikap, perilaku, serta semangat menjaga persaudaraan dan kerukunan sosial.

“Jemaah haji memiliki peran penting untuk menjadi contoh yang baik di lingkungan masing-masing melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman,” kata Firmansyah.

Pemerintah Kota Batam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan panitia penyelenggara haji yang telah mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga proses pemulangan.

Penyambutan berlangsung khidmat. Sejumlah keluarga tampak menunggu dengan penuh antusias untuk bertemu kembali dengan kerabat yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Rasa syukur dan kebahagiaan mewarnai pertemuan tersebut setelah perjalanan ibadah yang berlangsung selama lebih dari sebulan.

Awali Pemulangan Jamaah Haji

Kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Batam (BTH-1) secara resmi mengawali fase pemulangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama menuju Tanah Air.

Sebanyak 445 haji yang tergabung dalam Kloter BTH-1 tersebut diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu (31/5) malam Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka dijadwalkan lepas landas pada Senin (1/6) pukul 03.00 WAS, dikutip dari ANTARA.

Prosesi pelepasan jamaah haji dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho yang didampingi oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal.

“Alhamdulillah tadi kita perhatikan, kita lihat para jamaah merasa bangga, senang, sehat-sehat, dan tentu semuanya sudah kangen Tanah Air, kangen keluarga, kangen rumah,” ujar Ihsan usai melepas kepulangan jamaah haji di Hotel Safa Almurjan, Makkah, Minggu (31/5).

Ihsan memaparkan bahwa proses pemulangan gelombang pertama tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni 2026. Pada fase ini, terdapat 17 kloter dengan total jamaah haji mencapai 6.798 orang yang akan diterbangkan ke Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, jamaah haji yang masuk dalam gelombang kedua baru akan memulai proses pemulangan pada 16 Juni hingga 30 Juni 2026 dari Madinah. Rencananya, mereka akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah terlebih dahulu pada 7 Juni 2026.

Di Kota Nabawi tersebut, para jamaah haji gelombang kedua akan menetap selama kurang lebih sembilan hari sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia.

Ihsan mengimbau agar jamaah haji gelombang kedua dapat memaksimalkan sisa waktu mereka di Arab Saudi untuk memperbanyak kegiatan yang bernilai pahala.

“Jamaah gelombang kedua bisa memanfaatkan waktu sebelum kepulangan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Jamaah memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW dan masuk ke Raudhah, hingga city tour ke beberapa tempat bersejarah,” kata Ihsan.

Baca Juga: Berikut Penjelasan Quraish Shihab Tentang Haji Mabrur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait