Investasi Pusat Data AI Rp88 Triliun Masuk Batam

Pusat data indonesia
Ilustras data center atau pusat data. Foto: Getty Images

Batam siapkan kawasan digital seluas 30 hektare. Proyek pusat data AI serap hingga 800 tenaga profesional.

BATAM (gokepri) — Lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, disiapkan untuk pusat data kecerdasan buatan atau AI senilai USD5 miliar atau sekitar Rp88 triliun. Proyek itu menjadi ekspansi internasional pertama pengembang pusat data asal Tiongkok di luar negaranya.

Badan Pengusahaan Batam mengarahkan proyek ini sebagai pintu masuk transformasi ekonomi baru, dari kawasan manufaktur menuju industri digital berbasis kecerdasan buatan dan layanan data berskala besar.

HBRL

Baca Juga: Di Balik Pertumbuhan Pesat Ekonomi Singapura

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut investasi digital kini menjadi salah satu poros perubahan ekonomi Batam. Menurut dia, posisi geografis Batam dan konektivitas internasional menjadi modal utama untuk menarik industri teknologi.

“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan. Kehadiran investasi Artificial Intelligence Data Centre ini menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujar Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam keterangan tertulis di Batam, Senin, 25 Mei 2026.

Komitmen itu ditandai lewat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB). Kesepakatan tersebut menjadi fondasi penyediaan energi bagi pusat data AI berkapasitas besar yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkelanjutan.

PT EGSB merupakan pengembang pusat data yang mendapat dukungan perusahaan asal Tiongkok, Range Intelligent Computing Technology Company Limited atau RangeIDC. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Shenzhen dan masuk dalam kelompok pengelola pusat data berskala besar di Tiongkok.

Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi perdana perusahaan itu di luar Tiongkok. Fokus proyek berada pada pembangunan high-density AI Data Centre di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, wilayah yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi klaster industri digital dan pusat data.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan lembaganya menyiapkan pola fast-track execution agar investasi cepat masuk ke tahap realisasi.

“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” ujar Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis dalam keterangan resmi di Batam, Senin, 25 Mei 2026.

Kesiapan energi menjadi isu utama dalam industri pusat data AI. Operasi pusat data modern membutuhkan konsumsi listrik tinggi untuk sistem komputasi, pendingin server, hingga infrastruktur penyimpanan data. Karena itu, perjanjian pasokan energi menjadi salah satu tahap awal sebelum konstruksi kawasan dimulai.

BP Batam memproyeksikan proyek EGSB tidak hanya berhenti pada pembangunan pusat data. Investasi ini diperkirakan memancing masuknya industri lain seperti cloud computing, layanan AI, ekosistem semikonduktor, hingga perusahaan digital global yang membutuhkan infrastruktur komputasi besar.

Dampak ekonomi juga diperkirakan muncul dari sisi tenaga kerja. EGSB menargetkan penyerapan sekitar 700 hingga 800 tenaga profesional di bidang pusat data dan teknologi digital melalui kerja sama pengembangan talenta dengan perguruan tinggi di Batam.

Angka itu memberi sinyal perubahan struktur pasar kerja Batam yang selama ini bertumpu pada manufaktur, galangan kapal, dan industri elektronik. Masuknya industri AI membuka kebutuhan baru untuk tenaga ahli jaringan, insinyur pusat data, analis sistem, hingga pengembang teknologi komputasi.

“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi Execution Hub of Global Digital Industry,” ujar Fary.

BP Batam masih menyiapkan tahapan lanjutan proyek, termasuk sinkronisasi penyediaan energi, kesiapan kawasan, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung operasional pusat data AI tersebut.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait