Kepri Siapkan 30 Titik Nobar Piala Dunia 2026

Kegiatan sosialisasi dan coaching clinic menyambut Piala Dunia 2026 di Tanjungpinang.
Peserta mengikuti kegiatan Roadshow Bola Gembira dan Coaching Clinic menyambut Piala Dunia 2026 di Arena Sukan Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Tanjungpinang. ANTARA

Taman Gurindam dan Pulau Penyengat masuk lokasi nobar Piala Dunia 2026. UMKM diproyeksikan ikut bergerak.

BATAM (gokepri) – Kepulauan Riau mulai memetakan ruang-ruang publik untuk menyambut Piala Dunia 2026. Sedikitnya 30 titik nonton bareng atau nobar telah terdata dan tersebar di berbagai daerah, dengan sejumlah lokasi di Tanjungpinang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak wisata dan ekonomi lokal.

Kawasan Taman Gurindam 12 hingga Pulau Penyengat masuk dalam rencana lokasi penyelenggaraan. Pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi olahraga mulai dilibatkan jauh sebelum peluit pertama turnamen dibunyikan pada Juni 2026.

HBRL

Baca Juga: Kolaborasi BP Batam Semarakkan Piala Dunia 2026

Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda, mengatakan TVRI Pusat telah merilis 30 titik nobar Piala Dunia 2026 untuk wilayah Kepri. Namun daftar tersebut belum bersifat final karena masih akan melalui proses kurasi.

“Nanti akan dikurasi lagi, apakah nobarnya bersifat komersial ataupun nonkomersial,” kata Yenni saat menghadiri kegiatan Roadshow Bola Gembira dan Coaching Clinic menyambut Piala Dunia 2026 di Arena Sukan Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat 22 Mei 2026.

Menurut Yenni, minat menggelar nobar mulai muncul dari berbagai pihak. Sejumlah pelaku usaha bersama Pemerintah Provinsi Kepri telah mendaftarkan lokasi pelaksanaan di Tanjungpinang.

Dua kawasan yang dipersiapkan ialah Taman Gurindam 12 dan Pulau Penyengat. Pelaksanaan kegiatan dirancang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kepri serta melibatkan hotel dan restoran.

Model ini membuat nobar tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan menonton pertandingan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

TVRI Kepri juga membuka peluang bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun organisasi kemasyarakatan yang ingin mendaftarkan kegiatan serupa sesuai ketentuan.

“Kick off Piala Dunia dimulai 11 Juni 2026 sampai 19 Juli 2026,” ujar Yenni.

Selain mempersiapkan nobar, TVRI Kepri mulai membangun antusiasme publik melalui berbagai kegiatan pendukung. Program yang dijalankan antara lain Coaching Clinic Bintang Muda Kepri, Kepri Sport, hingga pertandingan ekshibisi.

“Kami mengadakan sosialisasi nobar Piala Dunia, Coaching Clinic Bintang Muda Kepri, program Kepri Sport hingga pertandingan ekshibisi,” katanya.

Hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia sendiri berada di tangan TVRI dengan dukungan RRI dan LKBN ANTARA. Karena itu, sosialisasi dan persiapan di daerah mulai dilakukan lebih awal.

Ketua KONI Tanjungpinang, Abdul Halim, menilai momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali gairah sepak bola di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ia mengatakan KONI siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, TVRI, RRI dan ANTARA dalam penyelenggaraan nobar.

“Jadi ketika nobar berlangsung, aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Abdul.

KONI Tanjungpinang menyiapkan kawasan Lapangan Pamedan Ahmad Yani sebagai salah satu opsi lokasi nobar karena memiliki area terbuka yang cukup luas.

Namun Abdul berharap kegiatan tidak berhenti pada layar besar dan keramaian penonton. Menurut dia, setiap titik nobar dapat diisi dengan diskusi sepak bola yang menghadirkan pelatih dan praktisi berlisensi.

Langkah itu dinilai penting agar euforia Piala Dunia ikut memberi dampak terhadap pembinaan olahraga daerah.

“Melalui ajang Piala Dunia ini, diharapkan dapat menggairahkan dunia sepak bola di Tanjungpinang,” katanya. ANTARA

Baca Juga: Iran Tetap Akan Tampil di Piala Dunia 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait