Pengembang KEK Tanjung Sauh Mulai Perkuat Ketahanan Lingkungan Kawasan

Penanaman 1.000 bibit mangrove di Pulau Ngenang, Kecamatan Nongsa. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh di Batam mulai diarahkan pada konsep investasi berkelanjutan seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aspek lingkungan dalam pengembangan kawasan industri modern.

Pengembang KEK Tanjung Sauh, PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP), mulai memperkuat fondasi lingkungan kawasan melalui program rehabilitasi pesisir dengan penanaman 1.000 bibit mangrove di Pulau Ngenang, Kecamatan Nongsa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari target penanaman 5.000 bibit mangrove yang dilakukan secara bertahap di sekitar kawasan proyek.

HBRL

Corporate Legal Panbil Group, Martina, mengatakan pembangunan KEK Tanjung Sauh tidak hanya difokuskan pada pengembangan industri dan logistik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang kawasan.

Menurut dia, konsep pembangunan berkelanjutan kini menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investor, terutama perusahaan global yang mulai menerapkan standar environmental, social and governance (ESG).

“Kedepan, investor tidak hanya melihat kesiapan infrastruktur, tetapi juga bagaimana kawasan industri memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Martina di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan keberadaan ekosistem mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketahanan kawasan pesisir, mengurangi abrasi pantai, hingga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar melalui perlindungan habitat biota laut.

Selain menjadi kawasan industri dan logistik baru, KEK Tanjung Sauh juga diproyeksikan mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan di wilayah pesisir Batam.

Pelaksana Harian Lurah Ngenang, Suleman, menilai penguatan kawasan mangrove penting untuk menjaga stabilitas lingkungan pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

“Kalau lingkungan pesisir terjaga, hasil laut masyarakat juga ikut terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan ekonomi warga,” ujarnya.

Penguatan aspek lingkungan dinilai menjadi langkah awal bagi KEK Tanjung Sauh dalam membangun citra kawasan industri modern yang lebih kompetitif di tengah tren investasi hijau global.

KEK Tanjung Sauh sendiri dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam dengan fokus pada sektor industri, galangan kapal, pelabuhan dan logistik terintegrasi di wilayah pesisir timur kota itu. *

 

Pos terkait