Singapura Gandeng OpenAI, Siapkan Investasi AI Rp3,8 Triliun

OpenAI Singapura
CEO OpenAI, Sam Altman. Foto: Bloomberg

Singapura menggelontorkan investasi dan pelatihan agar manfaat kecerdasan buatan tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga pekerja, pelajar, dan pelaku usaha.

SINGAPURA (gokepri) — Singapura mempercepat investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan menggandeng OpenAI dan menyiapkan komitmen lebih dari 300 juta dollar Singapura atau sekitar 234 juta dollar AS. Langkah ini bukan semata membangun teknologi, melainkan menyiapkan tenaga kerja, talenta, dan adopsi AI agar negara itu tetap kompetitif ketika ekonomi global berubah.

Kemitraan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman antara Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura (Ministry of Digital Development and Information/MDDI) dan OpenAI pada Rabu (20/5/2026). Keduanya meluncurkan inisiatif “OpenAI for Singapore” untuk memperkuat posisi Singapura sebagai pusat pengembangan AI terapan di kawasan.

HBRL

Baca Juga: Ekspansi ke Asia Tenggara, OpenAI Buka Kantor Cabang di Singapura

Fokus kerja sama ini tidak berhenti pada pengembangan teknologi. Pemerintah Singapura menempatkan AI sebagai instrumen ekonomi jangka panjang yang berkaitan dengan lapangan kerja, produktivitas, dan daya saing industri.

Salah satu pilar utama kerja sama itu ialah pembentukan OpenAI Singapore Applied AI Lab, laboratorium AI pertama OpenAI di luar Amerika Serikat.

OpenAI menyebutkan laboratorium tersebut akan mendukung pengembangan AI yang selaras dengan prioritas nasional Singapura, terutama pada sektor layanan publik, keuangan, kesehatan, dan infrastruktur digital.

Sebagai bagian dari ekspansi itu, OpenAI akan memperbesar tim teknis di Singapura menjadi lebih dari 200 posisi dalam beberapa tahun ke depan. Singapura juga dipilih sebagai salah satu pusat global bagi insinyur forward-deployed, yakni tenaga teknis yang menjembatani riset AI mutakhir dengan penerapan di lapangan.

Menurut OpenAI, para insinyur ini akan bekerja langsung dengan perusahaan untuk menyelesaikan persoalan bisnis dan mempercepat penerapan AI pada sektor produktif.

Langkah tersebut memperlihatkan strategi Singapura yang tidak hanya mengejar posisi sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan dan penerapan AI.

Sekretaris Tetap Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Chng Kai Fong mengatakan pemerintah sengaja menyiapkan ekosistem agar transformasi AI tidak meninggalkan masyarakat dan dunia kerja.

“Ketika AI mengubah ekonomi, bisnis, dan tenaga kerja, respons Singapura dilakukan secara terarah melalui pengembangan sektor baru, menghadirkan perusahaan teknologi global, dan menyiapkan keterampilan masyarakat,” ujar Chng.

Ia menambahkan, kerja sama dengan OpenAI ditujukan untuk memperkuat kapabilitas AI nasional, mempercepat adopsi teknologi di sektor usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Talenta AI Jadi Prioritas

Pemerintah Singapura juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai agenda utama.

OpenAI akan bekerja sama dengan sektor pendidikan untuk membangun program pelatihan, lokakarya, dan kemitraan riset melalui OpenAI Academy. Program itu mencakup pelatihan praktis, termasuk hackathon Codex bagi pendidik.

Selain itu, OpenAI akan melanjutkan kolaborasi dengan Infocomm Media Development Authority (IMDA) dan AI Singapore melalui program AIxTech guna meningkatkan kemampuan AI tenaga profesional.

Program tersebut mencakup akses penggunaan Codex, pelatihan praktik berbasis AI, materi pembelajaran digital, hingga sesi bersama pakar.

OpenAI juga menyiapkan program pelatihan bagi insinyur perangkat lunak tingkat menengah agar memiliki kemampuan membangun sistem AI yang dapat diterapkan langsung pada industri.

Chief Revenue Officer OpenAI Denise Dresser menilai Singapura memiliki modal kuat untuk menjadi pusat AI regional.

“Singapura memiliki talenta teknis, institusi yang dipercaya, serta ambisi jelas untuk memanfaatkan AI bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Denise.

AI untuk Publik

Dorongan AI di Singapura juga diarahkan agar manfaat teknologi tersebar lebih luas.

OpenAI mencatat Singapura termasuk tiga negara dengan penggunaan ChatGPT per kapita tertinggi di dunia. Negara tersebut juga masuk lima besar penggunaan Codex secara global.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya menegaskan pemerintah akan memastikan manfaat AI dapat diakses masyarakat luas ketika teknologi itu mengubah industri dan ekonomi.

Menurut Wong, pemerintah akan menyediakan pelatihan, jalur pembelajaran, dan dukungan agar masyarakat tidak tertinggal.

Melalui kemitraan terbaru ini, warga, pelaku usaha kecil, dan perusahaan rintisan di Singapura akan memperoleh akses lebih besar terhadap teknologi dan pendampingan AI.

Program yang disiapkan meliputi pengembangan layanan publik berbasis AI, pendampingan teknis bagi perusahaan rintisan, hingga pelatihan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Materi lokal juga akan disusun untuk mendukung program SkillsFuture sehingga penguasaan AI tidak terbatas pada sektor teknologi, melainkan menjangkau masyarakat lebih luas. CHANNEL NEWS ASIA

Baca Juga: Cara Mudah Bikin Foto Ala Studio Ghibli dengan ChatGPT, Ini Langkahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait