Kepri dan NTT mulai membangun kolaborasi budaya, pariwisata, dan ekonomi melalui kerja sama antarmusisi hingga penguatan konektivitas daerah.
INFO GOKEPRI – Budaya kerap menjadi jembatan yang mempertemukan daerah dengan karakter berbeda. Melalui seni dan pariwisata, kolaborasi antardaerah dapat membuka ruang promosi sekaligus memperkuat identitas lokal di tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai menjajaki kerja sama budaya melalui kolaborasi pembuatan lagu yang merepresentasikan kedua daerah. Gagasan itu mengemuka saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bertemu Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin 11 Mei 2026.
Emanuel menilai kolaborasi budaya dapat menjadi medium promosi yang efektif bagi daerah perbatasan. Ia mencontohkan lagu Tabola Bale yang viral karena memadukan dialek Indonesia timur, khususnya NTT, dengan bahasa Minang dari Sumatera Barat.
“Saya baru tahu ternyata Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menyukai lagu-lagu NTT, makanya saya tawarkan kolaborasi budaya melalui pembuatan lagu yang bisa menyertai kedua daerah ini,” ujar Emanuel.
Menurut dia, musisi NTT terbuka berkolaborasi dengan musisi dari berbagai daerah, termasuk Kepri yang identik dengan budaya Melayu. Karena itu, Emanuel mendorong lahirnya karya bersama yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya kedua daerah ke tingkat nasional hingga internasional.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Kepri dapat memfasilitasi musisi Melayu untuk membangun kolaborasi dengan musisi NTT. “Mudah-mudahan lagunya nanti bisa disukai banyak orang seperti Tabola Bale,” katanya.
Selain budaya, Emanuel juga menawarkan penguatan kerja sama sektor pariwisata antara NTT, Kepri, dan Labuan Bajo. Menurut dia, konektivitas antardaerah dapat memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus memperkuat daya tarik kawasan timur Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Kepri, Emanuel juga mempelajari pengendalian inflasi serta pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus dan Free Trade Zone di wilayah perbatasan. Ia menilai Kepri menjadi salah satu provinsi perbatasan dengan perkembangan ekonomi yang paling maju di Indonesia.
“Menurut kami, Kepri merupakan provinsi perbatasan yang paling maju dibanding daerah perbatasan lainnya,” ujar dia.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Ansar mengatakan peluang kolaborasi antardaerah terbuka luas, mulai dari budaya, pariwisata, ketahanan pangan, pengendalian inflasi, hingga sektor perhubungan.
Menurut Ansar, kesamaan karakter geografis sebagai daerah perbatasan menjadi modal penting untuk membangun sinergi pembangunan. Ia menyebut Kepri dan NTT dapat saling melengkapi kebutuhan daerah masing-masing.
“Kita sedang merumuskan potensi kerja sama antardaerah ini, misalnya terkait kebutuhan pangan maupun industri. Apa yang dibutuhkan NTT akan kita dukung, begitu pula sebaliknya,” kata Ansar.
Ansar berharap kolaborasi antardaerah tidak berhenti pada kunjungan resmi semata, melainkan berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberi dampak ekonomi dan budaya bagi masyarakat kedua provinsi. (ADVERTORIAL)
Baca Juga: Pemprov Kepri dan NTT Bangun Kolaborasi Pengendalian Inflasi hingga Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








