BP Batam Cari Pasar dan Investor Baru di India

investasi India di Batam
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis bertemu Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026), untuk membahas penguatan kerja sama investasi dan perdagangan antara Batam dan India. Foto: BP Batam

BP Batam dan Konsulat India menyiapkan forum bisnis untuk memperluas investasi, perdagangan, dan rantai pasok industri.

BATAM (gokepri) — Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat kerja sama ekonomi dengan India di tengah meningkatnya nilai investasi dan perdagangan kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir. Upaya itu ditempuh untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menarik investasi baru ke kawasan industri Batam.

Penguatan hubungan ekonomi tersebut dibahas dalam pertemuan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis dengan Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026). Pertemuan itu juga membahas peluang kolaborasi industri, logistik, dan perdagangan internasional.

HBRL

Baca Juga: Ekspor Batam ke AS Naik 30 Persen, India Melonjak 410 Persen

Menurut Fary, tren investasi India di Batam terus meningkat. Berdasarkan data BP Batam, realisasi investasi India selama periode 2016–2025 mencapai Rp 258,6 miliar. Nilai tertinggi tercatat pada 2025 sebesar Rp 95,2 miliar.

“Pertumbuhan investasi dan perdagangan ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha India terhadap daya saing Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan,” ujar Fary dalam keterangan resmi BP Batam.

Selain investasi, India kini menjadi salah satu tujuan ekspor utama Batam. Pada kuartal I-2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai 521,6 juta dollar AS atau sekitar 11,14 persen dari total ekspor Batam.

BP Batam menilai potensi kerja sama kedua pihak masih terbuka lebar, terutama di sektor manufaktur, energi terbarukan, industri maritim, dan penguatan rantai pasok. Pengembangan kawasan industri dan logistik juga menjadi fokus untuk mendukung arus perdagangan internasional.

Ravi Shankar Goel menyebut Batam memiliki posisi strategis dalam jaringan perdagangan kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis dengan Singapura dan status kawasan perdagangan bebas dinilai menjadi daya tarik bagi investor India.

“Batam merupakan salah satu contoh pertumbuhan ekonomi yang menarik di Indonesia. Posisi geografis dan dukungan kebijakan kawasan perdagangan bebas menjadi faktor penting bagi investor,” kata Ravi.

Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan Konsulat India bersepakat menggelar forum bisnis secara hibrida yang mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Forum itu diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS). Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan dan industri berorientasi ekspor.

Baca Juga: Perdagangan Ekspor Batam Goyah, Apa Langkah BP Batam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait