Sekdaprov Misni Dorong Penguatan Pengendalian Inflasi Kepri

Sekdaprov kepri misni
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni menghadiri High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Kepri di Aula Bank Indonesia Batam Center, Kamis, 7 Mei 2026. Forum tersebut membahas pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah di wilayah kepulauan. Foto: Diskominfo Kepri

Wilayah kepulauan memicu tantangan logistik dan disparitas harga di Kepulauan Riau. Pemprov Kepri memperkuat pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.

INFO GOKEPRI – Karakter wilayah kepulauan membuat pengendalian inflasi di daerah maritim menjadi lebih kompleks. Distribusi antarpulau yang bergantung pada cuaca dan tingginya biaya logistik kerap memengaruhi stabilitas harga.

Di tengah tantangan tersebut, perekonomian Kepulauan Riau tetap tumbuh kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen secara tahunan dan menjadi yang tertinggi di Sumatera dan kelima secara nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni menyampaikan hal itu saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kepulauan Riau di Aula Bank Indonesia Batam Center, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Misni, kondisi geografis Kepri menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. Provinsi ini terdiri atas 2.028 pulau dengan wilayah laut mencapai 98 persen dan memiliki 22 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Karakteristik geografis maritim ini menghadirkan tantangan besar, khususnya terkait efisiensi logistik, rantai pasok antarpulau yang rentan terhadap anomali cuaca, disparitas harga, hingga keterbatasan produk pertanian lokal,” kata dia.

Inflasi kepri 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni menghadiri High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Kepri di Aula Bank Indonesia Batam Center, Kamis, 7 Mei 2026. Forum tersebut membahas pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah di wilayah kepulauan. Foto: Diskominfo Kepri

Data April 2026 menunjukkan inflasi tahunan Kepri mencapai 3,06 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 2,42 persen. Inflasi bulanan juga tercatat 0,43 persen, sedangkan nasional berada di angka 0,13 persen.

Ia menjelaskan, tekanan inflasi terutama berasal dari sektor transportasi sebesar 2,44 persen dan penyediaan makanan, minuman, serta restoran sebesar 1,80 persen. Tarif angkutan udara dan laut menjadi komoditas dominan yang memengaruhi kenaikan harga.

Selain itu, nasi dengan lauk pauk, telepon seluler, bensin, serta ikan layang turut menyumbang inflasi bulanan. Namun, penurunan harga cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan membantu menahan tekanan harga.

Secara spasial, Kota Batam mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,26 persen, disusul Tanjungpinang sebesar 3,25 persen. Sementara Kabupaten Karimun mencatat deflasi bulanan sebesar minus 0,25 persen.

Di sisi lain, Misni menilai mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Kepri terus menunjukkan tren positif. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,14 juta perjalanan atau tertinggi sejak 2019.

Aktivitas perdagangan luar negeri juga tetap tumbuh. Nilai ekspor Kepri ke Singapura mencapai US$646,84 juta dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral, mesin listrik, dan mesin mekanik.

Menurut Misni, capaian tersebut menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah tekanan inflasi dan tantangan logistik wilayah kepulauan.

“Ke depan, TPID Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat stabilisasi pasokan, kelancaran distribusi, dan koordinasi antar-instansi melalui implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Percepatan digitalisasi daerah juga harus terus digesa untuk mendukung efisiensi ekonomi daerah,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri Toto Hariyanto Silitonga, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kepri Batam Guido XL Pereira, Pimpinan Cabang Perum Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (ADVERTORIAL)

Baca Juga: Ekonomi Kepri Melesat, Ansar-Nyanyang Pacu Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait