Edukasi lewat dongeng di sekolah dasar didorong untuk membentuk kebiasaan konsumsi ikan sejak dini.
BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam mendorong peningkatan konsumsi ikan pada anak melalui pendekatan edukatif di sekolah dasar. Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kini menyasar siswa dengan metode dongeng interaktif dan makan bersama berbahan ikan.
Pendekatan ini dipilih karena konsumsi ikan pada anak dinilai masih rendah. Selama ini, sosialisasi lebih banyak menyasar orang tua, tetapi perubahan perilaku konsumsi belum signifikan pada anak.
Baca Juga: Susu Tak Boleh Diposisikan Pengganti Makan Utama Anak
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan, anak menjadi kelompok yang paling sulit dibiasakan mengonsumsi ikan. “Kami melihat tantangan terbesar justru pada anak-anak. Karena itu, edukasi sekarang langsung menyasar mereka,” ujarnya di Batam, Rabu (6/5/2026).
Sebanyak 211 siswa kelas III SD Negeri 010 Batam mengikuti kegiatan tersebut. Dinas Perikanan menghadirkan pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia wilayah Kepulauan Riau untuk menyampaikan materi secara interaktif.
Melalui cerita, siswa dikenalkan manfaat ikan, antara lain kandungan protein dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak. Metode ini diharapkan mempermudah anak memahami pentingnya konsumsi ikan.
“Melalui dongeng, anak lebih mudah memahami alasan makan ikan. Harapannya, mereka juga meminta orang tua menyediakan ikan di rumah,” kata Yudi.
Kegiatan juga diisi kuis, lagu edukatif, dan makan bersama dengan menu berbahan ikan. Pada akhir acara, siswa mendapat bingkisan abon ikan hasil olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan Batam Ute Rambe menilai pendekatan ini lebih efektif untuk anak. “Metode ini interaktif dan sesuai usia, sehingga pesan lebih mudah diterima,” ujarnya.
Menurut Yudi, program ini sejalan dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis yang mendorong konsumsi ikan secara rutin. Ia menargetkan anak mengonsumsi ikan setidaknya dua hingga tiga kali dalam sepekan.
“Selain mendukung tumbuh kembang anak, peningkatan konsumsi ikan juga berdampak pada kesejahteraan nelayan,” katanya.
Program Gemarikan berbasis dongeng ini direncanakan berlangsung sembilan kali di sembilan kecamatan di Batam. Fokus kegiatan diarahkan ke wilayah perkotaan, yang tingkat konsumsi ikan pada anak relatif lebih rendah dibandingkan wilayah pulau penyangga. ANTARA
Baca Juga: Kepri Manfaatkan Melimpahnya Ikan Laut untuk Perkuat Program MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









