Sinyal Kuat Ekonomi Batam di Awal 2026

Ekonomi batam 2026
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis (kiri), Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (tengah) dan Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Foto: BP Batam

Realisasi investasi Batam tembus Rp17,4 triliun di awal 2026. Modal domestik meroket, Singapura tetap dominan.

BATAM (gokepri) – Realisasi investasi Batam pada triwulan pertama 2026 melonjak hingga 102 persen melampaui capaian tahun lalu. Pertumbuhan modal domestik yang tumbuh agresif memperkuat dominasi Batam sebagai motor ekonomi Kepulauan Riau.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyebut realisasi investasi triwulan I 2026 yang menembus Rp17,4 triliun mempertegas posisi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

HBRL

Baca Juga: Apa Dampak Investasi Apple untuk Industri Teknologi Indonesia?

Capaian tersebut menandai akselerasi kuat Batam karena tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Secara regional, Batam mendominasi dengan menyumbang 73,5 persen dari total realisasi investasi di Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai Rp23,8 triliun.

“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Amsakar Achmad di Batam, Kamis, 23 April 2026.

Komposisi modal menunjukkan struktur yang kian tangguh. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp8,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meroket hingga 216 persen dengan nilai Rp8,5 triliun.

Singapura masih menjadi investor asing terbesar dengan setoran Rp4,82 triliun. Arus modal tersebut mengalir deras ke sektor industri mesin, elektronik, kimia, serta farmasi yang menjadi penopang utama nilai tambah industri di Batam.

“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan yang membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra di Batam, Kamis, 23 April 2026.

Struktur investasi yang sehat ini dinilai menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang layak secara finansial dan operasional. Sektor perumahan dan kawasan industri turut berkontribusi sebesar 13,09 persen dari total realisasi.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menegaskan pihaknya bakal menjaga momentum ini melalui percepatan penyediaan lahan dan utilitas. Fokus ke depan tidak hanya pada angka, tetapi pada pembangunan ekosistem industri berkelanjutan untuk memastikan kepastian usaha jangka panjang.

Baca Juga: Ekonomi Batam Tancap Gas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait