Ekspor Batam ke AS Naik 30 Persen, India Melonjak 410 Persen

Ekspor batam ke amerika serikat
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menyampaikan keterangan mengenai kinerja ekspor Batam Januari–Februari 2026 saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization–MD4 di PT Wasco Engineering Indonesia, Batam, Rabu (8/4/2026). Ekspor Batam ke Amerika Serikat dan India mencatat pertumbuhan signifikan pada periode tersebut. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – Ekspor Batam ke Amerika Serikat naik 30,71 persen menjadi USD 860,32 juta pada Januari–Februari 2026, sementara India mencatat lonjakan 410,23 persen. Meski total ekspor terkoreksi 3,67 persen akibat penurunan di sektor kapal dan besi-baja, manufaktur dan pasar utama tetap tumbuh.

Berdasarkan data BP Batam, secara keseluruhan total ekspor Batam pada periode yang sama tercatat USD 3,10 miliar, turun 3,67 persen dibanding Januari–Februari 2025. Koreksi itu terutama terjadi pada sektor kapal, kakao/cokelat, serta produk besi dan baja olahan.

Singapura menempati posisi kedua tujuan ekspor dengan nilai USD 704,47 juta, tumbuh 4,52 persen. Di luar tiga pasar utama itu, ekspor ke Tiongkok naik 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta, Filipina mencapai USD 89,68 juta, dan Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta.

HBRL

Baca Juga: BP Batam Dorong Investasi Hilirisasi, Ekspor Timah Solder Tembus India

Dari sisi komoditas, mesin dan peralatan listrik tetap mendominasi dengan nilai USD 1,56 miliar atau tumbuh 24,75 persen. Disusul minyak dan lemak hewan/nabati yang naik 44,77 persen menjadi USD 194,46 juta, produk kimia naik 16,34 persen menjadi USD 167,74 juta, serta perangkat optik yang tumbuh 40,27 persen menjadi USD 54,30 juta.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, mengatakan pasar utama Batam masih tumbuh meski ada koreksi di sejumlah sektor. “Fokus kami adalah menjaga momentum pada sektor-sektor yang sedang menguat, sambil memberi perhatian pada sektor-sektor yang terkoreksi,” ujar Fary saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization–MD4 di PT Wasco Engineering Indonesia, Rabu (8/4/2026).

Fary menyebut pasar utama yang kuat dan manufaktur yang ekspansif menjadi modal untuk menjaga pertumbuhan ke depan. BP Batam berkomitmen menstabilkan kinerja ekspor melalui penguatan iklim investasi dan fasilitasi industri, termasuk mempercepat pemulihan sektor-sektor yang mengalami koreksi.

Baca Juga: Ekspor Batam ke Singapura Turun 22,2 Persen, Ke Australia Meroket 515 Persen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait