Dari Marie Curie hingga Greta Thunberg, kisah perempuan-perempuan yang menembus batas zaman. Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum mengingat kembali pengaruh mereka dalam sains, politik, seni, hingga perjuangan hak asasi.
BATAM (gokepri) – Nama-nama itu datang dari berbagai benua, latar belakang, dan zaman. Ada ilmuwan yang menantang batas pengetahuan, aktivis yang mengguncang sistem diskriminasi, hingga seniman yang mengubah cara dunia memandang identitas. Namun mereka memiliki satu kesamaan: jejaknya melampaui generasi.
Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi pengingat tentang perjuangan panjang perempuan dalam meraih kesetaraan serta kontribusi mereka dalam membentuk peradaban modern.
Baca Juga: Belajar Mengelola Uang dan Gizi di Hari Perempuan
Sepanjang sejarah, banyak perempuan meninggalkan pengaruh yang luas di berbagai bidang. Sebagian di antaranya menjadi simbol perjuangan sosial, sebagian lain mencetak prestasi ilmiah, seni, dan kemanusiaan.
1. Marie Curie
Salah satu nama yang sering disebut dalam sejarah sains adalah Marie Curie. Fisikawan kelahiran Polandia ini dikenal sebagai pelopor penelitian radioaktivitas. Ia menemukan unsur kimia polonium dan radium, serta menjadi perempuan pertama yang meraih Hadiah Nobel Fisika pada 1903. Delapan tahun kemudian, ia kembali menerima Nobel untuk bidang kimia, menjadikannya satu-satunya orang yang memperoleh dua penghargaan Nobel di dua disiplin ilmu berbeda.
2. Rosa Parks
Di bidang perjuangan hak sipil, nama Rosa Parks menjadi simbol keberanian melawan diskriminasi rasial di Amerika Serikat. Pada 1955, ia menolak menyerahkan kursinya kepada penumpang kulit putih di sebuah bus di Montgomery, Alabama. Penolakannya memicu boikot bus selama lebih dari setahun dan menjadi salah satu titik penting dalam gerakan hak sipil di Amerika.
3. Oprah Winfrey
Perjalanan hidup Oprah Winfrey menunjukkan cerita berbeda. Lahir dalam kemiskinan di Mississippi, ia meniti karier sebagai pembawa acara televisi hingga menjadi salah satu tokoh media paling berpengaruh di dunia. Selain dikenal sebagai pembawa acara, Oprah juga aktif dalam kegiatan filantropi dan pendidikan.
4. Malala Yousafzai
Dari Pakistan, dunia mengenal Malala Yousafzai. Aktivis pendidikan ini menjadi simbol perjuangan hak belajar bagi anak perempuan. Pada 2012, ia menjadi korban penembakan oleh kelompok Taliban karena kampanyenya mendukung pendidikan bagi perempuan. Dua tahun kemudian, Malala menerima Hadiah Nobel Perdamaian dan menjadi penerima termuda dalam sejarah penghargaan tersebut.
5. Anne Frank
Sementara itu, kisah Anne Frank menggambarkan tragedi kemanusiaan pada masa Perang Dunia II. Buku hariannya, yang ditulis saat bersembunyi dari kejaran Nazi di Belanda, kemudian diterbitkan setelah perang. Buku tersebut telah terjual lebih dari 30 juta kopi dan diterjemahkan ke puluhan bahasa, menjadi salah satu kesaksian paling menyentuh tentang kehidupan selama Holocaust.
6. Maya Angelou
Dalam dunia sastra dan gerakan hak sipil Amerika, Maya Angelou menjadi sosok penting. Penyair dan penulis ini menerbitkan lebih dari 30 buku serta aktif dalam gerakan hak sipil bersama tokoh-tokoh seperti Martin Luther King Jr. dan Malcolm X. Pada 2011, ia menerima Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat.
7. Wangari Maathai
Di Afrika, Wangari Maathai dikenal sebagai aktivis lingkungan dan politik dari Kenya. Ia mendirikan Gerakan Sabuk Hijau yang mendorong penanaman pohon sekaligus memperjuangkan hak perempuan dan konservasi lingkungan. Pada 2004, Maathai menjadi perempuan Afrika pertama yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian.
8. Emmeline Pankhurst
Perjuangan hak pilih perempuan di Inggris juga tak lepas dari peran Emmeline Pankhurst. Ia memimpin gerakan Suffragette yang memperjuangkan hak politik bagi perempuan pada awal abad ke-20. Kampanye panjang gerakan tersebut akhirnya membuka jalan bagi perempuan untuk mendapatkan hak suara dalam pemilu.
9. Frida Kahlo
Dalam dunia seni, Frida Kahlo dari Meksiko menjadi salah satu pelukis paling berpengaruh abad ke-20. Lukisan-lukisannya yang banyak menggambarkan identitas, penderitaan, dan pengalaman pribadi menjadikannya ikon seni sekaligus simbol gerakan feminisme modern.
10. Cleopatra
Sejarah politik dunia juga mencatat nama Cleopatra. Penguasa terakhir dinasti Ptolemaik di Mesir itu memimpin selama lebih dari dua dekade dan dikenal sebagai figur politik yang kuat dalam dinamika kekuasaan di kawasan Mediterania pada masa Romawi kuno.
11. Coco Chanel
Di bidang mode, Coco Chanel membawa perubahan besar dalam cara perempuan berpakaian. Ia memperkenalkan desain yang lebih sederhana dan nyaman, menggantikan gaya korset yang kaku pada awal abad ke-20. Gaya tersebut kemudian menjadi simbol kebebasan baru bagi perempuan dalam kehidupan modern.
12. Jane Goodall
Penelitian primata juga memiliki tokoh penting perempuan melalui Jane Goodall. Ilmuwan asal Inggris ini menghabiskan bertahun-tahun mempelajari perilaku simpanse di Tanzania. Penelitiannya membuka wawasan baru tentang hubungan manusia dan primata.
13. Junko Tabei
Dalam dunia petualangan, Junko Tabei dari Jepang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang mencapai puncak Gunung Everest pada 1975. Ia kemudian menjadi perempuan pertama yang menyelesaikan Tantangan Tujuh Puncak, yakni mendaki gunung tertinggi di setiap benua.
14. Miriam Makeba
Afrika Selatan memiliki Miriam Makeba, penyanyi sekaligus aktivis anti-apartheid yang dikenal dengan julukan “Mama Afrika”. Melalui musiknya, ia mengkritik kebijakan segregasi rasial di negaranya dan membawa isu tersebut ke panggung internasional.
15. Amelia Earhart
Di dunia penerbangan, Amelia Earhart mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang terbang solo melintasi Samudra Atlantik. Ia juga aktif mempromosikan peran perempuan dalam dunia aviasi sebelum menghilang secara misterius saat mencoba mengelilingi dunia pada 1937.
16. Audrey Hepburn
Nama Audrey Hepburn dikenal sebagai aktris dan ikon gaya dunia. Namun setelah karier filmnya, ia juga aktif sebagai duta besar UNICEF yang bekerja dalam berbagai program kemanusiaan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
17. Greta Thunberg
Generasi terbaru memiliki figur seperti Greta Thunberg. Aktivis muda asal Swedia ini memulai gerakan “School Strike for Climate” pada 2018 yang kemudian berkembang menjadi gerakan global. Ia berbicara di berbagai forum internasional, termasuk Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Beragam kisah tersebut menunjukkan bagaimana perempuan dari latar belakang berbeda mampu memberi pengaruh besar terhadap dunia. Sebagian mengubah kebijakan politik, sebagian lain memperluas batas pengetahuan manusia atau menggerakkan kesadaran global.
Peringatan Hari Perempuan Internasional setiap tahun menjadi kesempatan untuk mengingat kontribusi tersebut. Lebih dari sekadar mengenang sejarah.
Baca Juga: Inspirasi Putri Ariani yang Memukau Panggung America’ Got Talent
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






