Batam (gokepri.com) – Sepanjang tahun 2020 Direktorat Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan Batam telah melakukan sebanyak 21 paket pengelolaan dan penyelenggaraan. Selain itu juga pengendalian mutu infrastruktur kawasan, di antaranya pekerjaan perbaikan jalan dan drainase.
Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni menyampaikan hal itu melalui PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan, Boy Zasmita. Menurutnya, kegiatan yang bersumber dari PNBP TA 2020 dengan total nilai kontrak Rp125.734.651.952 yang terbagi dalam beberapa proyek perbaikan jalan dan drainase.
“Sejumlah proyek perbaikan jalan telah rampung 100%. Di antaranya perbaikan Jalan Yos Sudarso dan pembangunan jalan di Kaveling Sambau Nongsa. Kemudian pembangunan jalur kedua Jalan Kawasan Industri Batam Centre serta Jalan Kolektor & Jembatan Kawasan Industri Sekupang. Selanjutnya peningkatan kualitas jalan di sejumlah kawasan industri Kota Batam,” kata Boy Zasmita.
Boy menambahkan, dana ini juga untuk pengadaan aspal swakelola, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan peralatan kerja pemeliharaan jalan. Kemudian jembatan dan transportasi masal, dan kajian struktur serta sarana penunjang Jembatan Tuanku Tambusai Barelang.
Selanjutnya beberapa proyek yang juga telah rampung antara lain peningkatan jalan kawasan industri Tanjung Uncang jalan menuju PT Wasco Engineering Indonesia. Kemudian peningkatan jalan kawasan Industri Tanjung Uncang jalan menuju PT Rotary Engineering Indonesia. Peningkatan jalan kawasan industri Tanjung Uncang jalan menuju PT Dock Lautan Lestari. Peningkatan jalan kawasan industri Tanjung Uncang jalan menuju PT Caterpillar Indonesia.
“Dalam pengelolaan ini ada pula proyek multiyears yang masih akan berlanjut hingga tahun depan. Di antaranya pembangunan dan supervisi jalur kedua Jalan Hang Kesturi serta pembangunan dan supervisi jalan dan lengan Simpang Batu Ampar. Kemudian pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai,” kata Boy.
Boy mengungkapkan, dari sisi pengelolaan drainase semua telah rampung 100%. Yaitu proyek Pembangunan Bangunan Pelintas Kaveling Mandiri, dan Pembangunan Bangunan Pelintas Graha Nusa Batam.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan, dengan adanya sistem drainase dan insfrastruktur yang baik dapat membuat Kota Batam semakin mempermudah akses sehingga mendongkrak perekonomian kota untuk mewujudkan menjadi bandar dunia madani. (eri)








