BATAM (gokepri) – Tegak rumah karena sendi, runtuh sendi rumah binasa. Bangsa ialah budi, runtuh budi, runtuhlah bangsa.
Pantun Raja Ali Haji itu dikutip oleh Suryanto, Anggota DPRD Batam, sebagai refleksi saat Kepulauan Riau genap berusia 23 tahun pada 24 September 2025. Di tengah gegap gempita perayaan, pantun itu ibarat pengingat: usia provinsi ini bukan hanya soal pesta, tetapi juga soal tanggung jawab besar.
“Ini waktunya kita bekerja lebih nyata, bukan sekadar upacara,” ujarnya. Bagi Suryanto, Hari Jadi Kepri sepatutnya menjadi pemicu untuk menatap masalah nyata di lapangan, bukan berhenti di panggung seremoni.
Sejak diresmikan dua dekade silam, Kepri tumbuh dengan identitas bahari yang kuat. Tujuh kabupaten/kotanya—Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Anambas—terbentang di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Lautnya kaya, pulaunya indah, posisinya strategis. Potensi itu seperti modal besar yang diwariskan sejarah.
Suryanto menyebut perikanan tangkap Kepri masih bisa mencapai 1,2 juta ton per tahun. Sektor pariwisata, terutama Batam-Bintan, pernah menyedot hingga 2 juta wisatawan mancanegara sebelum pandemi. “Potensi kita luar biasa,” katanya.
Namun, di balik deret capaian itu, masalah tak kunjung surut. Batam masih dihantui ratusan titik rawan banjir. Tingkat pengangguran terbuka di Kepri berada di kisaran 8 persen. Di pulau-pulau terluar, ketimpangan akses pendidikan masih jadi cerita sehari-hari.
Menurut Suryanto, keberanian menata infrastruktur dan pelayanan publik menjadi kunci. DPRD, katanya, harus lebih aktif dan benar-benar berpihak pada rakyat. “Kalau kita berani menata dari sekarang, Kepri bisa menjadi provinsi terdepan,” ujarnya. Ia menekankan, pembangunan tak boleh mengorbankan lingkungan dan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Maka, ulang tahun ke-23 ini menjadi semacam cermin. Kepri sudah berjalan cukup jauh, tetapi masih membawa pekerjaan rumah besar. Pantun Raja Ali Haji yang dikutip Suryanto seakan merangkum pesan itu: budi adalah fondasi bangsa, dan tanpa budi, rumah bernama Kepri bisa rapuh.
“Dari Batam untuk seluruh Kepri: mari kita majukan tanah Melayu ini dengan kerja, doa, dan kebersamaan,” pungkasnya.
Baca Juga: Ketua Kadin Batam tentang 23 Tahun Provinsi Kepri: Momentum Perkuat Daya Saing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









